Oleh: ramdhany | Oktober 22, 2008

Tak lagi kulihat pelangi

Mengapa…
Kau biarkan anak-anak meneguk derita
Peluru-peluru itu bicara pada tubuh kami
Dengan bahasa yang paling perih

Irak …
Afghanistan…
Palestina…
Dan entah negeri mana lagi meratap-ratap

Mengapa kau koyak tubuh kami?
Apa yang kau cari?
Apa salah kami?

Kami hanya bocah
Yang selalu gemetar mendengar
Keributan dan ledakan
Mengapa kau perangi bapak ibu kami?

Kini…
Kami tak pernah lagi melihat pelangi
Hanya api di matamu
Dan jua sejarah yang perih

Kami sudah tak bisa lagi menangis

Wallahu’alambishawab
dikutip dari buku Untuk Bunda dan Dunia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: