Oleh: ramdhany | Oktober 14, 2008

Selamat Datang Harapan

“Saya tidak bangga dengan keberhasilan yang tidak saya rencanakan, sebagaimana saya tidak akan menyesal atas kegagalan yang terjadi diujung segala usaha maksimal.” (Harun Al Rasyid)

Kita tidak boleh lelah…
Sampai hari ini. Bahkan sampai kapan pun. Untuk terus mengulang-ngulang cara kita membaca perjalanan panjang perjuangan dakwah ini. Cara kita memahami setiap satuan capaian akan sangat mempengaruhi persepsi kita tentang keseluruhan perjalanan perjuangan ini. Tidak semata bagaimana capaian itu dihasilkan, tapi juga bagaimana capaian itu dilanjutkan. Tidak semata bagaimana kemudahan didapat, tapi juga bagaimana gangguan dan rintangan datang menghambat.

Dengan cara membaca yang benar dan menelaah yang utuh tahapan demi tahapan perjalanan kita, maka kita akan mendapatkan penjelasan baru yang terus menyegarkan, tentang bagaiman realitas perjuangan ini dicapai, dan apa yang harus kita lakukan untuk menciptakan realitas baru berkelanjutan.

–Tafsir keimanan atas kemenangan sebelum kemenangan

Saudaraku….
Setiap kali realitas internal kita berubah, realitas eksternal disekeliling kita juga berubah. Pernah ada suatu saat dimana kita tidak percaya bahwa 20% itu mungkin. Itu mimpi. Itu utopia. Kita mungkin tidak mengatakannya. Tapi cara kita bekerja tidak menunjukan bahwa kita memang yakin bisa mencapainya.

Tapi hari ini semuanya berubah….
Keyakianan kita berubah, bersama berubahnya angka-angka tentang PKS dalam survey-survey politik. Jauh sebelum angka-angka itu berubah, sesungguhnya telah terjadi perubahan-perubahan besar dalam diri kita. Pikiran kita berubah. Perasaan kita berubah. Tindakan kita juga berubah. Alam batin kita seluruhnya berubah.

Kesadaran mendalam akan adanya gap yang jauh antara target 20% dengan realitas kita dalam survey (yang pada waktu itu berada dalam posisi 5%) mendorong kita merumuskan strategi yang jelas untuk mencapai sisa target tersebut. Pada saat yang sama, kita terus membangun motivasi bersama yang kuat untuk mencapai target tersebut.

Motivasi bukan soal kata-kata….
Motivasi adalah soal keyakinan. Dari keyakinan yang kuat, akan lahir pikiran yang besar. Sarana dan sumber daya selalu tunduk pada ide dan pikiran-pikiran. Sebagaimana sebaliknya, ide yang besar dan pemikiran yang kuat, akan menciptakan sarana-sarananya, dengan caranya sendiri. Katrena itu dalam pepatah arab dikatakan, man jada wa jada. Barang siap bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil.

Perubahan yang hadir dengan kesadaran itu, mengantarkan kita kepada tiga kondisi yang sangat mempengaruhi pertumbuhan pemahaman dan cara kita bekerja.

Pertama…
Kita makin mengerti apa sebenarnya masalah-masalah kita dan mengerti bagaimana menyusun langkah-langkah kita. Karena itu (dengan cara yang unik) Allah mensyaratkan perubahasn harus dimulai dari diri kita sendiri, dan permulaan itu adalah bagaimana kita mengerti masalah dan mengerti bagaimana menyusun langkah.

Kedua…
Yang terus berubah dalam diri kita adalah semakin menguatnya kehendak dan kemauan kita (quwatul iradah). Bahwa setiap kemauan kuat kita diberi taufik oleh Allah untuk menjadi kenyataan, semakin pula kemauan itu terus menguat menjadi kehendak. Karena itulah, Islam memiliki caranya sendiri untuk membimbing kita, bahkan bila pun kerja-kerja kita tidak mendapat pengakuan yang semestintya dari orang lain, itu tidak boleh mengganggu kekuatan semangat dan kehendak kita. Sebab Allah telah menjamin pengakuan dari-Nya, dengan cara-Nya sendiri. Bahwa Allah Yang Maha Melihat, menegaskan, Ia pasti akan melihat karya-karya itu.

Ketiga…
Bahwa didalam diri kita juga terus menguat spirit untuk terus bekerja dan bekerja. Dan bahkan dalam keberlanjutan kerja itulah proses menjadi baik, mendapat ampunan, dan diperbaiki oleh Allah akan kita dapatkan. Bila kita terus bekerja, mungkin akan selalu ada yang salah. Tapi dengan terus bekerja itulah Allah berjanji akan memperbaiki kesalahan kita.


“Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu.”

Wallahu’alambishawab, Bogor 14 Okt 08
Dikutip dari naskah arahan ketua TPPN, Anis Matta pada Mukernas PKS 2008
Makassar 21-24 Juli 2008


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: