Oleh: ramdhany | Oktober 9, 2008

Hari kematian…

Saat titik itu semakin dekat…
Saat garis umur itu semakin dan semakin berjalan
Saat-saat antrian itu semakin berakhir
Dan perjalanan semakin dekat dengan tujuan

Hari demi hari…
Bulan demi bulan
Dan tahun demi tahun
Bertambah pula dosa menggunung
Dan noda yang terus membentang

Duhai Allah…
Hujamkan pula padaku selusin mata air
Sejernih air yang Kau berkahkan pada Musa as
Agar bisa membasahi hati yang kering
Yang seolah lupa akan kematian yang membuntuti
Akan hari kebangkitan yang dijanjikan

Duhai Allah….
Aku tak tahu kapan aku akan mati
Dan di tanah mana aku akan di makamkan

Mungkin karena tak terlihat mata
Ajal seolah hanya sekedar berita
Akhirat seolah hanya sekedar cerita
Dan hati seakan lupa dan melupakan
Akan hari-hari pertanggungan jawab

Duhai Allah…
Bilakah aku mati esok hari
Maka matikanlah aku dalam keadaan takwa kepadaMu
Matikanlah aku saat tanganku telah berderma
Saat ilmuku telah tersalurkan
Saat aku telah berbagi kehangatan pada sekeliling

Maafkanlah…
Bila aku tak bisa menjaga orang2 yang kucintai
Yang kurindu dan kukasihi

Maafkanlah…
Bila ku tak mampu berbagi hangat dan kehangatan pd sekeliling
Saat tangan-tanganku
Terlampau sulit berderma

Saat mataku
Terlampau memicing

Saat telingaku
Begitu tuli untuk mendengar keluh kesah orang lain

Bilakah esok
Adalah hari kematianku…

Duhai Allah…
Maafkan aku
Maafkan aku

Bogor, 09 Oktober 2008


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: