Oleh: ramdhany | September 15, 2008

Taujih (Ketua Majlis Syura PKS)

Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih
Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Duhai ikhwan dan akhwat fillah rahimakumullah….
Pada hari ini, di bulan suci ini Allah SWT kembali memberikan kesempatan dan kekuatan kepada kita untuk berkumpul bersama yang inilah bagian dari upaya kita memperkokoh ruhul jama’ah kita, memperkokoh kebersamaan kita. Memperkokoh ruhul jama’iy kita, memperkokoh semangat kerja sama kita dalam menggalang seluruh kekuatan untuk berjayanya dakwah di negeri Indonesia tercinta ini, untuk berjayanya Islam di negeri tercinta ini, untuk tegakkan kalimatullah hiyal’ulya di bumi pertiwi ini.

Alhamdulillah…
Dengan ri’ayah , inayah dan pertolongan dari Allah SWT, kita mengayunkan langkah-langkah musyarokah kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini sudah berumur sepuluh tahun. Dan kalau dilihat dari sudut pandang waktu sepuluh tahun ini, kita merasakan betapa dukungan dan pertolongan Allah SWT sehingga dakwah ini tumbuh berkembang, dakwah ini sanggup meluaskan sayapnya di seluruh penjuru tanah air. Dakwah ini (dengan pertolongan Allah) sudah sampai ke segenap lapisan masyarakat berusaha menyentuh relung hati segenap komponen bangsa.

Dengan pertolongan Allah SWT…
Dakwah ini semakin dirasakan sebagai bagian dari gerak langkah perjuangan umat Islam di Indonesia. Dakwah ini sebagai bagian dari gerak langkah perjuangan bangsa Indonesia untuk menuju kejayaannya, menuju kesejahteraannya, menuju kedamaiannya. Sehingga mudah-mudahan negeri ini dijadikan oleh Allah SWT sebagai baldatun thayyibatun warabbun ghafuur.

Ikhwan dan akhwat fillah rahimakumullah…..
Kita bermusyarokah, berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sudah sepuluh tahun. Sudah tentu sudah selayaknya kita semakin memperkokoh, semakin memperkuat, semakin membuktikan bahwa tujuan-tujuan dakwah secara bertahap berhasil kita raih dengan pertolongan Allah SWT.

Pada saat-saat ini, kita mengayunkan langkah-langkah gerakan dakwah ini menuju tahun kesebelas. Tahun di mana terdapat momentum nasional Pemilu Legislatif 2009 dan pemilihan pimpinan Negara Republik Indonesia. Dan tentu, di momentum yang sangat strategis ini kita harus memastikan bahwa tujuan-tujuan musyarokah kita (ahdaful musyarokah) tidak berbelok sedikitpun, tidak menyimpang sedikitpun.

Dari sejak awal, musyarokah kita bukan ditujukan, bukan dimaksudkan untuk menang-menangan. Menang-menangan artinya kemenangan zhahir saja yang cenderung diisi dengan al-kibr dan al-kibriya’, merasa besar dan sombong. Justeru kita bermusyarokah untuk mencapai kemenangan sejati.

Kemenangan sejati….
Sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Ahmad ibn Hambal

Kemenangan sejati yang paling mendasar, yang paling substansial adalah kemenangan sejati itu baru diraih jika maa laazamal haqqu quluubanaa. Selama kebenaran tetap bersemayam di hati kami. Tidak terkontaminasi oleh noda-noda kehidupan. Tidak tergoda oleh asa apapun bentuknya yang membuat hati terisi nilai-nilai lain selain nilai kebenaran yang bersifat rabbani yang bersumber dari Allah SWT.


Ikhwan dan akhwat fillah….
Kita harus menjadi junudullah (prajurit-prajurit Allah) terdepan dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa ini dan dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan negeri ini. Karena negeri ini adalah merupakan anugerah besar dari Allah ba’da al-iman yang harus kita syukuri dengan memberdayakannya, menjayakannya, dan mengunggulkannya. Sehingga mampu memberi kontribusi positif dalam pergaulan antar bangsa dalam kehidupan global, kehidupan internasional.

Dan antum…
Mempunyai modal dasar yang kokoh untuk itu karena sejak awal berkenalan dengan dakwah ini, sejak awal berkenalan dengan jama’ah ini, pertama-tama ba’da al-aqidah wal imaan, yang dibangun adalah ruuhul jama’ah dan ruuhul amal jama’iy. Setelah diperkokoh aqidah dan iman, setelah diperkokoh fikrahnya (idealismenya), kemudian diperkokoh semangat kebersamaan dan semangat kerjasama yaitu ruuhul jama’ah dan ruhul ‘amal jama’iy. Modal besar ini sudah tentu harus kita bawa ditengah-tengah pergaulan berbangsa dan bernegara. Kita harus menjadi unsur pemersatu, kita harus menjadi faktor yang mempunyai daya kohesif tinggi terhadap kesatuan bangsa-bangsa. Jangan sampai agenda-agenda yang sebetulnya sudah usang, paradigma-paradigma yang sudah usang, sisa warisan perang dingin barat dan timur dipelihara. Ekstrem kanan dan ekstrem kiri, paradigma ekstrem kanan dan ekstrem kiri yang hanya memecah belah bangsa ini, yang hanya menghancurkan kesatuan bangsa ini sudah harus ditinggalkan oleh bangsa ini.

Istilah-istilah…
Yang sebenarnya, substansinya sama dibesar-besarkan, seolah-olah merupakan unsur mufasholah (faktor pemisah) antara komponen bangsa. Istilah-istilah kerakyatan, dibeda-bedakan dengan istilah keumatan, dibeda-bedakan dengan istilah kebangsaan. Padahal rakyat dan umat dalam bahasa Arab artinya itulah bangsa. Substansinya sama. Istilah-istilah marhaen, seolah-olah berbeda dengan pembelaan kita kepada dhu’afa. Padahal marhaen adalah simbol dari kepapaan, kedha’ifan. Istilah-istilah yang banyak dimasukkan hanya memecah belah kesatuan dan persatuan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita harus melakukan taqrib, usaha-usaha pendekatan antar komponen bangsa yang dipecah belah oleh paradigma-paradigma import, oleh istilah-istilah import yang tidak bersumber dari budaya asli bangsa Indonesia yang religius.

Dan ikhwan akhwat sekalian…
Sekali lagi, pastikan kehadiran kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini dalam berkontribusi, bermusyarokah ini. Di manapun, apakah di tengah-tengah masyarakat atau di lembaga-lembaga negara seperti antum yang sedang diperjuangkan dan dihantarkan oleh jama’ah, oleh partai ini untuk menduduki pos-pos legislative. Di lembaga itu, ikhwan dan akhwat harus menjadi unsur perekat. Harus menjadi faktor perekat, faktor pemersatu untuk mensukseskan, untuk memastikan salah satu tujuan musyarokah yaitu almusyarokah littauhiid wal binaa’. Di mana kita dengan persatuan dan kesatuan mendorong agar bangsa ini bangun, bangkit, berjuang untuk mencapai kejayaannya yang diridhoi oleh Allah SWT.

Yang kedua….
Bahwa musyarokah kita ini selain mempersatukan dan membangun, berdaya kohesif dan menjadi penerus pembangunan bangsa dan negara ini, musyarokah kita juga harus berkontribusi agar negara kita ini menjadi negara yang kuat, yang kokoh. Jangan menjadi Negara yang dilecehkan tetangga-tetangganya. Jangan menjadi negara dan bangsa yang dideskreditkan oleh tetangga-tetangganya. Jangan menjadi negara dan bangsa yang sama sekali tidak diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain. Apalagi kontribusinya, jangan menjadi bangsa dan negara yang menjadi beban dalam pergaulan internasional. Oleh karena itu yang kedua adalah al-musyarokah littaqwiyati wat tastbit.

Musyarokah kita…
Untuk memperkuat dan memperkokoh Negara kesatuan Republik Indonesia ini. Memperkokoh dan memperkuat persatuan segenap komponen bangsa Indonesia ini. Agar bangsa dan Negara ini jangan menjadi bangsa dan Negara yang lemah. Oleh karena itu kepada ikhwan dan akhwat fillah, yang Alhamdulillah memiliki kafaat (kemampuan), memiliki kompetensi yang patut dibanggakan dan diunggulkan ditengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara ini. Agar berkiprah memberikan kontribusi positif untuk membangun kekuatan bangsa dan Negara ini.

Ikhwan dan akhwat fillah rahimakumullah

Kekuatan bangsa dan Negara ini tidak mungkin tercapai kalau tujuan pertama dari musyarokah yaitu al musyarokah littauhid wal binaa’ tidak tercapai. Bangsa ini akan keropos kalau komponennya terpecah belah, tercerai beraikan. Bangsa ini akan lemah, kalau tidak bisa membangun diri, tidak bisa memberdayakan dan mendaya gunakan potensi yang sudah dianugerahkan oleh Allah SWT kepada kita. Untuk menjadi factor taqwiyah wa tastbit. Memperkuat dan mengokohkan kehidupan berbangsa dan bernegara ini, modalnya sebetulnya Cuma satu asal kita mau bersyukur.

Negeri ini….
Menghendaki kader-kadernya yang pandai bersyukur. Menghendaki pemimpin-pemimpinnya yang pandai bersyukur. Negeri ini menghendaki pejuang-pejuangnya, mujahidnya yang pandai bersyukur. Allah sudah memberikan banyak sekali karunia-Nya kepada negeri ini. Banyak potensi yang belum terolah. Banyak potensi yang terbengkalai, banyak potensi yang mubadzir. Banyak potensi yang diekploitasi oleh kekuatan-kekuatan asing. Oleh karena kelemahan-kelemahan kita. Oleh karena kebodohan kita. Oleh karena terjebak oleh kepentingan-kepentingan pribadi dan kelompok. Sehingga kekayaan yang diberikah oleh Allah di negeri ini tergadaikan kepada negeri asing dengan amat sangat murah.

Kita sebagai yang hadir bermusyarokah….
Almusyarokah littaqwiyah wat tatsbit untuk memperkuat dan memperkokoh. Sudah barang tentu harus waspada. Waspada berani mengevaluasi kebijakan-kebijakan lama yang menyiksa bangsa ini. Berani mengevaluasi seluruh produk-produk konstitusi, perundang-undangan, perda-perda, perjanjian-perjanjian dengan luar negeri. Yang menginginkan bangsa ini,yang melemahkan bangsa ini, yang menjadi bangsa ini terpuruk. Kekayaan melimpah ruah, bukan dinikmati oleh rakyat. Tapi hanya dinikmati oleh sekelompok tertentu. Bahkan mengalir setiap hari ke negeri-negeri asing. Bukan dalam kerjasama yang saling menguntungkan. Tapi kerjasama yang timpang. Kerja sama yang mengandung unsur pelecehan kepada bangsa ini. Kerjasama yang mengandung penipuan kepada bangsa ini. Kerjasama yang merupakan mengandung unsur konspirasi terhadap bangsa ini. Semua ini harus dihentikan.

Ikhwan dan akhwat fillah rahimakumullah
Sebagaimana kita tak ingin negri ini mundur, kita juga tidak ingin bangsa ini statis. Kita tidak ingin bangsa ini jumud. Kita tidak ingin bangsa ini mandeg. Oleh karena itu tujuan musyarokah kita yang ketiga adalah al-musyarokah lit taghyiir wat tajdiid. Musyarokah kita, kontribusi kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk melakukan perubahan dan pembaharuan.

Al-musyarokah lit taghyiir wat tajdiid
Kita hadir untuk melakukan perubahan, semuanya berubah, mustahil tidak berubah. Jika tidak mau berubah, dia akan menjadi korban perubahan. Akan digilas oleh perubahan. Karenanya kalau kita tidak mau menjadi korban perubahan, kita harus menjadi pelopor perubahan, pelopor pembaharuan.

Ikhwan dan akhwat fillah rahimakumullah….
Semangat perubahan dan pembaharuan adalah merupakan bagian penting dari gerakan dakwah. Dari sejak awal dalam manhaj takwiniyah. kita tekankan bahwa harakatud dakwah, gerakan dakwah adalah harakatut taghyiir (gerakan perubahan). Harakatud dakwah adalah harakatut tajdiid. Gerakan dakwah adalah gerakan pembaharuan. Oleh karena itu dengan sangat meyakinkan dan dengan sangat mantap muassis dakwah ini mengatakan bahwa kader-kader dakwah harus menjadi jiwa-jiwa pembaharu.

Agar menjadi jiwa baru
Agar menjadi semangat baru
Agar menjadi moral baru
Agar menjadi kekuatan baru yang mengalir di tubuh umat ini.

Agar umat ini tidak statis, tidak jumud, tidak mandeg. Seluruh kader dakwah merupakan ruuhun jadiidatun tasrii fii jasadil ummah. Jiwa baru yang mengalir di tubuh umat ini. Kita harus menjadi innovator perubahan. Selalin inisiator yang berinisiatif, tapi juga innovator. Mempunyai daya inovatif tinggi dalam melakukan perubahan dan pembaharuan di segala sektor kehidupan. Jangan sampai bangsa ini tertinggal akibat segan berubah karena malas. Atau bahkan takut berubah, akibat mempertahankan kepentingan-kepentingan pribadi atau kepentingan-kepentingan kelompok/golongan. Karena perubahan dan pembaharuan berarti dinamisasi. Perubahan dan pembaharuan berarti repositioning di segala segenap potensi bangsa. Dan kita selalu dengan menjadikan musyarokah littaghyiir wat tajdiid ini. Kita melakukan redinamisasi repositioning kita. Dan repositioning posisi-posisi kita; apakah poisisi politik kita, posisi social kita, posisi finansial kita, porsi budaya kita, posisi dalam sains dan teknologi. Kita harus mencapai posisi-posisi baru yang lebih maju, lebih berdaya guna. Lebih berdaya saing, lebih memberikan manfaat. Bukan saja kepada bangsa ini, tapi manfaat kepada kemanusiaan. Karena bangsa yang muslim ini mengemban misi utama rahmatan lil’alamin.

Bersambung…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori