Oleh: ramdhany | April 25, 2008

Pribadi Bermanfaat

Ada sebuah karakter yang biasa dimiliki oleh orang-orang shalih, para penyeru da’wah. Karakter khusus yang tidak disebutkan secara tegas, tapi menjadi bagian yang selalu ada dalam kepribadian para pejuang da’wah.

Dan mereka…
Ternyata adalah orang-orang yang banyak berfikir tentang kondisi sekelilingnya, tentang kondisi ummatnya. Mereka orang-orang yang menderita memikirkan keterpurukan bangsanya, masyarakatnya, dan sangat berfikir bagaimana cara untuk bisa membangkitkan mereka. Mereka sering tenggelam memikirkan masalah-masalah orang lain, dan hanyut memikirkan obsesi ummatnya, bukan obsesi dirinya. Sakit hatinya bila ummatnya didzalimi dan gembira jiwa bila ummatnya kembali kepada Allah swt.

Sebenarnya….
Inilah keistimewaan mereka. Karena pemikiran-pemikiran seperti itu tidak dilakukan oleh orang kebanyakan. Dan mungkin, banyak orang yang justru heran dengan pikiran-pikiran ini. Terlebih, saat kondisi masyarakat kian kering, kian tandus, kian tenggelam dalam hingar dunia.

Perhatikanlah…
Saat Rasulullah saw hendak hijrah ke bumi Thaif, ia dicerca dan dihina, ia dicaci dan dimaki, dilempari batu hingga berdarah. Ia begitu galau dengan bani Tsaqif di Thaif. Dan perhatikanlah bait-bait doa yang keluar, yang menunjukan ketulusan hati dan sekaligus semangatnya untuk berda’wah kepada kaumnya ketika itu;

Ya Allah…
KepadaMu akau mengadukan kelemahan dari kekuatanku
Kekurangan kemampuanku
Kelemahan dalam menghadapi orang-orang lemah

Engkau Rabbku…
Kepada siapakah Engkau serahkan aku?
Apakah kepada orang
Yang jauh bermuka masam kepadaku?
Ataukan kepada musuh
Yang Engkau kuasakan untuk menguasai diriku?

Jika bukan karena murkaMu atas diriku
Maka tidak akan aku pedulikan mereka semua
Tapi perlindungan
Dengan sinar wajahMu yang menyinari kegelapan
Menjadi baik urusan dunia maupun akhirat

DariMulah segala petunjuk atas keridhaan
Hingga Engkau menjadi ridha
Dan tidak ada tipu daya dan kekuatan
Melainkan dengan pertolongan Engkau juga

Sikap memikirkan orang lain, memikirkan ummat, inilah juga yang dilakukan oleh para sahabat. Lihatlah Abu Bakar ra yang begitu bergolak pikirannya melihat ada sekelompok orang yang murtad dan menolak membayar zakat. Pun dengan Umar ra, ia juga sangat memikirkan rakyatnya hingga sedikit saja waktunya untuk beristirahat.

Dan kini….
Saatnya kita berkaca pada diri sendiri, sudah sejauh manakah kita bermanfaat untuk khalayak, untuk masyarakat, untuk bangsa, untuk ummat…

“Aku…
Sungguh merasakan sakit yang sangat karena masalah ini
Aku melihat bangsaku yang mulia
Yang memiliki ketinggian Islam yang mulia
Sebagai warisannya
Harga dirinya
Inti kebaikannya
Dan telah dibanggakan selama 14 abad penuh

Tapi bangsaku telah tertawan
Oleh perang barat yang keji
Dan berbagai senjata yang siap mematikan
Dengan harta benda
Dengan kedudukan
Dengan penampilan
Dengan kenikmatan yang tampak
Dengan kekuatan
Dan berbagai sarana propaganda mereka…”
*

Dikutip dari majalah Tarbawi
* dikutip dari Mudzakirah da’wah wa daiyah (Hasan Al Banna)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: