Oleh: ramdhany | April 3, 2008

Umurku Terus Bertambah

Umurku terus beranjak
Sementara dosaku terus bertambah
Membentang dan menumpuk

Hidupku terus berjalan
Menyusuri garis titik kematian
Sementara kelalaianku terus saja menggunung
Kerap lalai dan malas saat panggilan adzan tiba
Hati yang semakin kering dari dzikir kepadaMu

Usiaku terus menua…
Sementara belum banyak karya yang aku persembahkan
Sebagai bukti andilku untuk kemaslahatan khalayak

Aku hanya sibuk memikirkan diriku
Agar perutku kenyang
Agar rumahku nyaman
Agar impian duniaku tercapai

Aku terlalu sibuk dengan dunia
Berangkat pagi pulang petang
Hingga kerap lupa
Akan bekal hari akhiratku nanti

Aku begitu giat meraih harapan-harapan duniaku
Target tahunan, bulan, dan harianku
Tapi aku begitu lalai akan bekal akhiratku
Akan Qur’an yang ada di meja kamarku
Akan Al Matsurah yang tergeletak di atas lemariku

Dunia….
Perlahan memburamkan pikiranku
Begitu samar untuk melihat
Begitu lemah untuk beranjak

Dan hari ini…
Adalah hari ke sekian
Aku terjerumus dalam lubang yang sama
Terperosok lunglai tak berdaya
Aku terjatuh dalam pandangan yang tak jernih
Dan tenggelam dalam hati yang berdebu

Aku seharusnya tersadar…
Bahwa hidup ini tak lain adalah antrian
Yang aku harus mengantri di sepanjang jalur antrian
Untuk menuju gerbang kematian

Seharusnya aku ingat
Bahwa aku sedang mengantri
Menunggu dan menanti
Akan akhiratku yang kelak tiba

Wallahu’alambishawab
30 Maret 08

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: