Oleh: ramdhany | Maret 31, 2008

Belajar Dari Kegagalan

Dalam hidup, ada dua pilihan yang dapat kita pilih, bergerak maju atau diam tak melangkah. Apabila bergerak yang menjadi pilihan maka tidak ada jaminan untuk berhasil namun jika pilihannya adalah hanya diam maka kegagalan telah benar-benar datang menghampiri. Orang yang berusaha selalu belajar dari kesalahan dan kegagalan, berusaha mencoba, dan tak terjatuh dalam lubang yang sama.

Dari sekian banyak orang yang bercita-cita mungkin hanya sedikit orang yang bersungguh-sungguh menggapainya. Berfikir berlebihan, rumit, dan terbayang ketakutan akan kegagalan demi kegagalan. Dan akhirnya cita-cita hanya sekedar harapan demi harapan. Berguguran saat peperangan belum dimulai dan ditabuh.

Dalam hidup, kegagalan memang kerap datang menghampiri, dan memang terkadang kita membutuhkan kesalahan untuk mencapai kualitas hasil yang lebih tinggi. Jika kita sedang bersungguh-sungguh bekerja keras pada dasarnya juga sedang bersungguh-sungguh menyediakan kesempatan bagi timbulnya kesalahan. Dan timbulnya kesalahan adalah tanda diperlukannya cara-cara yang lebih baik.

Ketahuilah membuat kesalahan dan bahkan gagal dalam melakukan sesuatu yang berguna adalah lebih baik dari pada tidak pernah salah karena tidak melakukan apapun. Banyak orang terpelajar sangat teliti dan berhati-hati yang berlebihan untuk memulai sesuatu. Melakukan perencanaan dengan sangat dan teramat matang, melakukan analisa, dan review yang berulang-ulang, tetapi tak juga berani memulai karena takut salah. Padahal, seandainya segera memulai mungkin lebih banyak pelajaran yang diperoleh, baik berhasil ataupun gagal.

Bilakah seandainya seorang anak kecil mudah menyerah, takut, dan tak berani belajar berjalan, melangkah, menyeimbangkan langkah kaki kiri dan kanan agar tegak, mungkin dia akan hanya mampu berbaring seumur hidup. Dan bila seorang anak kecil bisa berjalan, ia cenderung senang berlarian ke sana dan ke sini, tidak menyerah meski terbentur tembok, sampai akhirnya bisa berjalan dan berlari.

Seorang pelaut ulung tak pernah lahir di kolam-kolam kecil, di atas riak air akuarium, tapi ia hadir dan lahir dalam terjangan lautan luas yang membentang, di atas riak badai yang menggunung. Akan ada banyak resiko dan resiko, dan itu adalah tantangan yang menantang. Sekali lagi, tak perlu risau jika mengalami kegagalan. Setiap kesalahan, bila dipelajari dengan seksama maka perbaikan di waktu berikutnya benar-benar bermakna. Setiap kegagalan, akan ada hikmah dan pelajaran.

Brad Sugar, seorang pengusaha Australia memberikan analisa bahwa gambaran kesuksesan di 5 tahun yang akan datang terlihat dari buku yang dibaca, pendidikan yang diterima, dan lingkungan kita berada.

Dan bilakah dalam diri…
Al Qur’an bisa menjadi sebenar-benar pedoman hidup, pendidikan (tarbiyah) mendorong hidup lebih taqwa, dan lingkungan menumbuhkan kedamaian dalam hati maka (insya Allah) akan muncul pribadi-pribadi Rabbani, yang terus mendekatkan diri pada Allah, menyiapkan bekal akhirat, dan terus menata kehidupan dunianya. Pribadi Rabbani, yang memaknai kegagalan dan keberhasilan sebagai hikmah yang membuat hati akan semakin tunduk pada Sang Maha Besar.

Wallahu’alambishawab
25 Maret 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: