Oleh: ramdhany | Maret 5, 2008

Kepedulian

Pak Udin…
Di usianya yang senja
Bekerja serabutan
Memperbaiki atap
Membersihkan halaman
Atau sekedar manambal pipa air

Dan kini…
Ia tak lagi muncul
Ia telah meninggal dunia
Di desa asalnya
Cianjur

Ia sakit…
Dan tak ada yang membawanya ke dokter
Karena tak ada dana

Tubuhnya panas…
Ia kelaparan
Karena tiga hari belum makan

Ia meninggal…
Dengan tangan yang memegangi perutnya
Yang lapar
Yang belum terisi makan
Berhari-hari

Inilah kisah pak Udin
Yang seolah terasing dalam keramaian
Berpuluh mata menatap dunia
Tapi tak ada yang meliriknya

Dan di sekitar kita…
Mungkin ada pak Udin-pak Udin yang lainnya. Mereka miskin, namun ber
juang untuk tidak menjadi peminta-minta. Tubuhnya makin renta, di gadai
kan demi sepiring nasi.

Pak Udin tak seharusnya kelaparan, daerahnya adalah lumbung padi.
Saat itu musim panen baru saja dimulai. Seandainya ada satu orang
saja yang peduli.

Dan…
Berapa kali Ramadhan datang, berapa kali nasihat khutbah Jum’at
bergema. Dan berapa kali suap demi suap nasi masuk dalam perut, dan
berapa kali pula kisah hidup buruh tani masuk dalam kepala.

Dan memang…
Negeri ini sudah berpuluh-puluh tahun merdeka, dan masih banyak yang
hidup di bawah garis kemiskinan. Bahkan mereka terjatuh di lumbung padi.
Karena mereka hanya buruh upah di sawah-sawah besar yang dimiliki orang-orang
berpunya, yang ketika panen, tak sebiji padi pun yang singgah ke rumah-rumah mereka.

Mari kita mulai hari ini…
Agar orang-orang seperti Pak Udin
Tak harus kelaparan
Saat ajal menjemputnya

Wallahu’alambishawab
(Bogor, 03/03/08)

*) Dikutip dari kolom hikmah harian Republika (Sept 07)
dengan sedikit perubahan dan penataan tulisan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: