Oleh: ramdhany | Februari 10, 2008

Dari Sebuah Cita-Cita

“Seseorang dengan tujuan yang jelas akan membuat kemajuan walaupun melewati jalan yang sulit. Dan seseorang yang tanpa tujuan, tidak akan membuat kemajuan walaupun berada di jalan yang mulus” (Thomas Carlyle)

Kecil adalah modal untuk menjadi besar
Kalah adalah modal untuk menjadi menang
Gagal adalah modal untuk menjadi sukses

Cita-cita adalah soal sederhana, sangat sederhana. Tetapi sebagian besar penduduk bumi ini paling malas memastikan cita-citanya. Bahkan para lulusan perguruan tinggi terbaik pun sebagian besar belum tahu ke mana arah perjalanan hidup mereka selanjutnya. Dan ada yang bercita-cita, memiliki angan dan harapan, tetapi dengan mudahnya cita-cita itu dihempas dan terhempas. Entah karena motivasi yang lemah, konsistensi yang kurang atau lingkungan yang kurang mendukung.

Mulailah dari cita-cita….
Begitulah idiom yang banyak digunakan dalam dunia enterpreneur. Betapa banyak orang yang ingin memulai usaha dan membatalkan niatnya karena tidak memiliki modal. Berapa banyak orang yang menjalankan usaha namun terhempas berawal dari keyakinan yang lemah. Tak sedikit orang yang selalu berfikir bahwa memulai usaha yang harus disiapkan adalah dana sekian puluh juta rupiah. Sepuluh juta untuk sewa kantor, sekian juta untuk kelengkapan alat tulis, gaji karyawan, untuk pembelian barang pokok, dan sebagainya. Mungkin tak ada hambatan yang lebih besar dari pada jalan berfikirnya yang senantiasa membuat hambatan-hambatan baru, yang rumit, berliku, dan sangat banyak.

Bilakah demikian…
Mungkin Puspo Wardoyo tidak akan memiliki rumah makan ayam bakar wong solo yang tersebar jaringannya di berbagai kota, mungkin pula Bob Sadino tak akan memiliki Kemchick. Ia pun memulai usahanya dengan menjajakan telur dari rumah ke rumah. Dan Abdurrahman bin Auf, bukankah saat ia hijrah ke Madinah tidak berbekal modal yang berlebih? Begitulah dunia wirausaha, diperlukan kecerdasan emosi, kecerdasan pikiran, kedewasaan, ketaqwaan, dan ketawakalan pada Yang Maha Memutuskan.

Pada umumnya para pengusaha sukses melakukan langkah-langkah besar dimulakan dari pikiran yang besar, yang benar, bertolak dari cita-cita, dan menggenggam erat cita-citanya. Impian akan masa depannya, dirancang dan dikejar, diusahakan dan diraih. Semuanya telah mereka cita-citakan dan dengan sekuat tenaga berusaha meraihnya.

Cita-cita sangatlah penting, dalam banyak hal. Dalam keluarga, dalam politik, dalam bisnis, dalam akademik, dan dalam banyak hal. Apatah jadinya bila banyak hal dilakukan tanpa cita-cita, keluarga yang dibangun tanpa arah dan cita-cita, agenda politik yang dikerjakan tanpa punya orientasi yang jelas. Semua bisa ditebak, akan terjadi disorientasi, berjalan apa adanya, menghadapi banyak hal dengan tergagap, mudah lemah, jatuh, terhempas, dan berjalan tanpa semangat yang kuat. Tanpa cita-cita, kita tak akan pernah tahu sampai di mana perjalanan, dan ke mana akan pergi. Berjalan tanpa arah, bergerak tanpa peta, berjuang tanpa senjata. Sejenak tengoklah orang-orang sukses, amati saja mereka. Mereka sangat giat meraih cita-cita, memperjuangkannya, dan mewujudkannya.

Modal pertama kita adalah cita-cita. Berapa banyak orang yang sibuk memikirkan modal yang terlalu tinggi, berfikir terlampau rumit sehingga akhirnya tak dapat mewujudkan keinginan. Padahal kecil adalah jalan menuju besar, kalah adalah modal untuk menjadi menang, jatuh adalah modal untuk melontar lebih tinggi, dan gagal adalah modal untuk menjadi sukses.

Jadi, bersegeralah bercita-cita, memegang kuat cita-cita itu. Berdoa, berusaha, dan bertawakal. Insya Allah.

Sudahkah Anda bercita-cita….?

Wallahu’alam bishawab
Bogor, 10 Febuari 2008


Responses

  1. SEPAKAAAT!!!
    SEMANGAAAT!!!

    GANBATTE!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: