Oleh: ramdhany | Februari 2, 2008

Mata

Duhai mata…
Apakah yang telah engkau lakukan
Apakah yang telah engkau kerjakan
Hingga aku terjatuh dalam lumpur hitam pekat
Terperosok masuk dalam lubang gelap nan curam

Adakah kau kerjakan pandangan yang khianat
Menatap yang tak pantas ku tatap
Melihat yang tak halal kau lihat

Duhai mata…
Tidakkah kau lihat
Betapa riangnya syaitannirrajim itu memperdayamu
Betapa senangnya mereka menusukan racun dalam dirimu
Hingga aku terpelanting jatuh
Dan seolah lupa akan akal sehatku

Tidakkah kau lihat…
Berapa banyak hal sia-sia yang kulakukan
Berapa banyak perasaan ingkar yang kurasakan
Akibat pandangan khianatmu
Menebar celah ke kanan kiri
Hingga nafsu memperdayakanmu
Hingga dunia melalaikanmu
Untuk melihat yang tak pantas
Untuk menatap yang tak laik

Duhai mata…
Aku takut pada Tuhanku
Yang Maha Melihat
Yang Maha Mengetahui
Yang melihat apa saja yang kau lihat
Yang mengetahui apa saja yang kau tatap

Jangan kau permalukan aku di hadapan Tuhanku
Dengan pandangan rendahmu
Dengan tatapan-tatapan khianatmu

Jangan kau buat Tuhanku murka padaku
Karena aku tak menunaikan amanah
Menjaga mata ini
Menjaga pandangan ini
Yang dititipkannya padaku

Duhai mata…
Jangan lagi kau terjerembab
Jangan lagi kau terjatuh
Jangan lagi kau berkubang
Pada semerbak hawa dunia yang tak berkesudahan
Pada nafsu yang melalaikan

Jangan lagi kau terbuai
Sebagaimana orang-orang lalai yang terbuai
Jangan lagi kau terlena
Sebagaimana orang-orang ingkar yang khianat

Duhai mata…
Tahanlah pandangan
Tundukanlah tatapan
Agar hati terasa sejuk

Lihatlah apa saja yang layak kau lihat
Tataplah apa yang saja yang halal kau tatap
Agar aku merasa tenang
Agar aku merasa damai
Akan pengawasan Tuhanku yang Maha Adil

Duhai mata…
Tak ada setitikpun dalam hatiku untuk mendzalimimu
Tak ada sepercik niatpun dalam dadaku untuk menyakitimu
Aku hanya ingin menjagamu
Dari lumpur hitam yang pekat
Dari debu kelam yang menyakitkan

Duhai mata…
Bersabarlah
Dan kuatkan kesabaranmu
Hingga kelak ada saat indah
Jauh lebih indah

Wallahu’alam bishawab
Bogor, 02 Jan 08


Responses

  1. wah ini blog puisi ya, bagus. saya mau mengucapkan terima kasih untuk komentar yang bentuknya puisi itu, hehe. baru kali ini dapet komentar puisi

  2. Assalamualaikum
    Salam kenal bung. Puisinya bagus bagus dan bermakna. terus berkreasi yaa.
    Wassalam

  3. nice bllog too…salam ukhuwah

  4. salam ukhuwah…mas bagus nih artikelnya..terus berkarya..

  5. puitis orang indonesia.. saya juga mahu menambah puisi2 untuk berdakwah di malaysia..

    salam ukhuwwah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: