Oleh: ramdhany | Januari 25, 2008

Nak…

Nak…
Jauh sebelum kau hadir dalam kehidupan ini
Bunda senantiasa bermohon kepada Allah
Agar dikaruniai keturunan yang shalih
Yang taat kepada Allah
Berbakti kepada orang tua
Rajin beribadah dan belajar
Dan menjadi penerus dakwah

Banyak rencana yang kami rancang
Agar kelak bila kau hadir
Kami sudah siap menjadi orang tua yang baik
Dan mampu mendidikmu dengan didikan yang baik.

Bunda ingin…
Kelak, bila Allah mengamanahkan seorang putri
Maka dia akan berakhlak
Layaknya Fatimah putri Rasulullah
Dan bila Allah mengamanahkan seorang putra
Maka dia akan seperti Ali bin Abi Thalib

Nak…
Bunda bersyukur
Atas karunia-Nya
Kami menjagamu sepenuh hati
Dan senantiasa berharap
Kelak kau lahir sebagai anak yang sehat
Sempurna dan menyenangkan.

Sejak dalam rahim…
Kami mencoba menanamkan kalimat tauhid padamu
Dan berupaya mengenalkanmu pada Sang Pencipta
Dengan bacaan ayat-ayat suci-Nya
Dengan senandung-senandung shalawat Nabi
Dengan nasyid-nasyid yang membangkitkan semangat

Saat kau akan lahir…
Bunda merasakan sakit yang amat sangat
Seolah berada antara hidup dan mati
Namun bunda tidak mengeluh dan putus asa
Karena bayangan kehadiranmu
Lebih bunda rindukan
Dibanding dengan rasa sakit yang bunda rasakan.

Begitu kau lahir…
Sungguh rasa sakit yang amat sangat
Sudah terlupakan begitu saja

Setelah tangismu terdengar…
Seolah kebahagiaan hari itu begitu indah
Air mata yang tadinya hampir tak henti
Mengalir karena menahan sakit
Berganti menjadi senyum bahagia menyambut kelahiranmu

Nak…
Saat pertama kali kau minum air susu bunda
Bunda merasakan kenikmatan
Dan kebahagiaan yang tiada tara

Bunda ingin memberikan semuanya kepadamu
Agar kau segera tumbuh besar dan sehat
Bunda berupaya
Agar ASI ini dapat mencukupi kebutuhanmu

Bunda selalu ingin dekat denganmu
Dan selalu mengajakmu
Ke manapun bunda pergi
Supaya kapanpun kau lapar
Bunda selalu siaga memberikan ASI

Bunda berusaha…
Untuk selalu siap siaga menjagamu
Kapanpun dan dalam keadaan apapun
Saat malam sedang tidur lelap
Bunda akan terjaga bila kau tiba-tiba menangis
Karena popokmu basah
Atau karena kau lapar.

Nak…
Sejak kau masih dalam ayunan
Bunda senantiasa membacakan doa
Dalam setiap kegiatan yang akan kau lakukan.

Bunda bacakan doa makan ketika kau hendak makan
Doa mau tidur ketika kau mau tidur
Dan doa apa saja yang harus kau tahu
Dan kau amalkan dalam kehidupan keseharianmu

Bunda bacakan selalu ayat kursi…
Dan surat-surat pendek satu per satu setiap malam
Di kala mengantarmu tidur
Ayat per ayat dan bunda ulang berkali-kali
Hingga kau sanggup mengingatnya dengan baik
Dan bunda berharap
Saat kau besar nanti
Kau bisa menjadi penghafal Al Qur’an.

Ketika kau sudah mampu berbicara…
Subhanallah
Tanpa diduga
Kau telah hafal berbagai macam doa
Dan beberapa surat pendek

Nak…
Bunda bersyukur dan bangga kepadamu
Muncul harapan dalam hati ini
Kelak kau tumbuh menjadi anak yang pintar
Dan rajin belajar

Tatkala kau mulai belajar shalat,,,
Dan usai shalat
Kau lantunkan doa untuk orang tua
Walau dengan bacaan yang masih belum sempurna

Bercucur air mata bunda…
Karena kau telah mampu melafalkan doa itu
Timbul harapan di hati yang paling dalam
Kelak, hingga ketika bunda dan abi tiada
Kau tetap melantunkan doa itu
Karena doamu
Akan memberikan kepada bunda dan abi
Pahala yang tak henti-hentinya di yaumil akhir

Nak…
Kaulah aset masa depan bunda
Kau akan mampu menolong bunda dan abi
Di yaumil akhir nanti
Bila kau menjadi anak yang baik lagi shalih

Nak….
Bunda sangat menyayangimu
Karena bunda ingin
Kaupun menjadi anak yang penyayang terhadap sesama
Bunda hampir selalu menyertakan kata sayang
Di belakang namamu saat memanggilmu
Supaya hatimu senang dan gembira

Saat kau memasuki usia sekolah…
Bunda carikan sekolah yang baik untukmu
Sekolah yang memiliki pendidikan yang baik
Keperluan sekolahmu selalu diupayakan
Walau kadang harus dengan susah payah
Agar kau bisa memperoleh pendidikan yang baik
Dan layak untuk kehidupanmu
Di masa yang akan datang

Kami senantiasa berupaya membimbingmu
Untuk dapat melakukan segala sesuatu
Agar saat besar nanti
Kau mampu melayani dirimu sendiri

Bila bunda tidak mau melayanimu
Untuk hal-hal yang sudah dapat kau lakukan sendiri
Itu bukan berarti
Bunda tidak menyayangimu, tapi justru sebaliknya.
Karena bunda sayang sekali padamu
Kau tidak boleh terlalu dimanjakan
Hingga saat kau besar nanti
Kau jadi anak yang mandiri

Nak…
Maafkan bunda
Bila sekali waktu (atau bahkan sering) memarahimu
Saat kau membuat kesalahan yang berulang-ulang

Sungguh…
Sebenarnya bunda tak ingin memarahimu
Bunda hanya ingin
Kau harus dapat membedakan
Mana yang benar dan mana yang salah
Agar saat kau dewasa
Dan telah bergaul dengan masyarakat umum nanti
Kau bisa memilih
Untuk selalu melakukan yang haq
Dan meninggalkan yang bathil

Inilah harapan bunda kepadamu
Sangat banyak
Dan sangat ideal

Nak…
Bunda sayang padamu
Sayang sekali

Wallahu’alam bishawab
Bogor, 18 Januari 2008
Dari Bunda Mujahid


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: