Oleh: ramdhany | Januari 25, 2008

Mereka Juga Manusia

Mereka juga manusia…
Sama denganmu
Yang punya jiwa dan hati
Punya keluarga yang dicintai
Punya anak yang disayangi

Mereka adalah anak-anak…
Sama dengan anak-anak kalian
Yang ingin tertawa dan ceria
Yang ingin bersenda gurau dan bermain

Mereka adalah kaum wanita…
Sama seperti ibu yang dulu menyusuimu
Seperti istri yang mendampingimu
Seperti anak perempuanmumu
Atau saudara perempuanmu

Mereka punya kelembutan dan kasih sayang
Mereka punya harapan dan keinginan
Mengasuh keluarga
Menyayangi anak-anak cintanya

Tapi kini mata kalian telah buta…
Dari pembantaian demi pembantaian
Dari penistaan demi penistaan
Yang semuanya berawal dan bermula
Dari lisan dan kedustaan kalian

Beribu darah tertumpah di bumi Afgan
Beribu kedukaan tertancap di bumi Persia

Lupakah kalian….
Mereka juga sama dengan kalian
Punya keluarga yang harus dilindungi

Mereka punya keluarga
Punya anak-anak
Punya keinginan dan cita-cita
Sebagaimana engkau
Yang punya harapan dan impian

Tapi kini telinga kalian telah tuli tak berdentum…
Dari ratusan ribu anak-anak yang hilang harapan
Menatap kosong hari-harinya
Yang mengubur dalam-dalam cita-cita dan impiannya

Mereka adalah anak-anak…
Yang sama seperti anak-anak kalian
Mereka punya harapan
Sebagaimana pula anak-anak kalian

Merekalah anak-anak…
Yang ingin sekolah dan belajar
Yang ingin bermain dan bercerita
Yang ingin melihat keindahan masa depan negerinya
Yang ingin menatap kebangkitan bangsanya

Tapi hati kalian telah tertutup rapat…
Dari ratusan ribu wanita yang kehilangan anak-anaknya
Kehilangan suami dan keluarganya
Mereka kehilangan harta cinta mereka
Kehilangan anak-anak lucu mereka
Kehilangan nada riang anak-anak mungil mereka

Inilah akibat lisan busuk kalian
Inilah akibat tingkah buruk prilaku kalian

Kalian hanyalah malapetaka bumi ini
Yang hanya membawa onar dan kerusakan
Kalian memang tak pernah layak berbicara setinggi langit
Karena kalian hanyalah pendusta yang mematikan
Menebar keburukan di sana-sini

Lantas…
Berkacalah pada cermin dirimu
Siapakah kalian ini
Yang dengan beraninya bertingkah tanpa batas
Yang mengubur dalam-dalam harapan banyak orang

Siapakah kalian ini…
Yang dahulu hanya seonggok janin tak bertulang
Yang meringkuh tanpa daya
Bahkan hanya untuk sesuap nasi

Siapakah kalian ini…
Yang hanya segumpal tanah yang kelam
Berkalang debu dan kerikil

Tapi kini kalian begitu angkuh…
Seolah kalian adalah penguasa nan perkasa
Seolah kalianlah pemilik jagat bumi ini
Menebar dusta dan kepalsuan
Menebar ketakukan dan ancaman

Siapakah kalian ini…
Yang bahkan setiap hari kalian membawa seonggok sampah
Dalam perut hitam kalian
Bahkan untuk menjamin hidup sendiri saja
Kalian tak pernah mampu

Dan kalian…
Akan merasakan
Akibat dari apa yang telah dilakukan

Wallahu’alam bishawab
Bogor, 23 Jan ‘08


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: