Oleh: ramdhany | Januari 25, 2008

Mengalihkan Bentuk Kekayaan

“Wahai ‘amr sebaik-baik harta yang salih, adalah di tangan orang shalih”
(HR. Bukhari-Muslim)

Hari itu, Bani Israil sedang dilanda frustasi massal. Penindasan yang mereka alami membangkitkn insyaf untuk berjihad. Dan jihad menghajatkan pemimpin, maka berduyun mereka menjumpai Nabi mereka dalam suatu riwayat disebut nama Danial ‘alaihis salam meminta ketetapan. Dan Allah pun menurunkan keputusanNya.

“……..sesungguhnya Allah telah memilihnya (Thalut) menjadi raja kalian dan menganugerahkannya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa..”(QS. Al Baqarah: 247)

Ikhwatifillah……
Thalut, yang dipilih oleh Allah untuk memimpin komunitas paling rewel sepanjang sejarah ummat manusia, memiliki kualifikasi yang patut untuk disimak. Semula, orang-orang kaya lagi berpengaruh di kalangan Bani Israil percaya diri akan dipilih sebagai pemimpin dengan sumberdaya kekuasaan yang mereka punyai, dan harta yang banyak. Kami lebih layak dan lebih berhak dari pada Thalut yang miskin, mereka protes berat. Benarkah Thalut lebih miskin?

• Allah memilih Thalut, karena kedekatan spiritualnya dengan Allah.Di mana untuk membangunnya diperlukan banyak harta, banyak waktu, banyak fikrah, dan tenaga dalam masa yang panjang.

• Allah menganugerahinya ilmu yang luas.Tentu menjadi orang brilmu memerlukan anggaran yang besar. Di saat yang lainnya menggunakan hartanya sebagai modal niaga atau membelanjakan perkakas mahal,Thalut mengalokasikannya untuk ilmu.

• Allah menganugerahinya fisik yang perkasa. Physical exercise, ini perlu kedisiplinan, energi, waktu, dan sumberdaya yang kadang tidak sedikitnya. Di saat orang lain menggunakan hartanya untuk menyediakan fasilitas mewah, Thalut menggunakannya untuk pembinaan kesehatan dan ketangkasan.

Ikhwatifillah….
Inilah Thalut, behind the fact. Nah, Allah ingin kita seperti Thalut, mengalih bentuk kekayaan dari materi ke kualitas diri dan da’wah. Melalui contoh gemilang dari ucapan dan tindakan utusan terakhirnya, Rasulullah Muhammad saw, kita belajar dengan lebih mudah.

Ketika ada yang bingung bagaimana bersikap menghadapi perkembangan teknologi yang serba memudahkan, Rasulullah telah meneladankan prihidup yang sangat menarik. Rasulullah itu kan hidupnya sederhana? Betul, tapi tidak begitu sebenarnya. Tidak untuk sebuah pengembangan diri dan pemudahan jalan ibadah kepada Allah. Mudahnya begini, untuk sesuatu yang tidak begitu esensial, rasulullah menggunakan sesuatu yang sangat sederhana, misalnya pakaian, sandal, dan rumah. Akan tetapi coba kita lihat sisi lainnya. Kendaraann misalnya, Al Qashwa, unta putih beliau adalah unta yang sangat tangkas, berkualitas tinggi, gesit, kecepatannya mengagumkan dan sangat sehat. Kuda beliau adalah yang tertangkas, tergesit, dan tercepat.

Pedang komandonya, Dzul Lujjain. Jangan ragukan kualitas logamnya, ketajamannya, tempaannya, dan kehalusan pmbuatannya. Bahkan ada yang menyebutkan beberapakilogram emas diperlukan untuk membuat suatu lapisan komando. Ini adalah bagian yang sangat berkilat jika ditimpa sinar mentari untuk memberi kode dan aba-aba kepada pasukan di kejauhan. Apa ini sesuatu yang murah? Sama sekali tidak.

Allah dan RasulNya ingin agar kita mendayagunakan setiap kekayaan dunia untuk meningkatkan kualitas diri. Tentu kata diri menunjuk pada tiga bagian yang berkelindan dalam diri kita (ruh, fikr, dan jasad). Jangan jadi hamba harta,jangan mempertuhan dunia, begitu diulang-ulang para ulama. Dan satu-satunya jalan menujunya adalah memperhamba harta. Ya, memperhamba harta untuk meningkatkan kualitas diri kita, secara ruhi (spiritual), fikri (intelektual) dan jasadi (fisik), serta bagi dakwah ini.

“Dan belanjakanlah (harta benda kalian) di jalan Allah, dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan,dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”
(QS. Al Baqarah:95)

Wallahu’alambishawab
Tim Bendahara DPC PKS Darmaga
Kabupaten Bogo
r


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: