Oleh: ramdhany | Januari 25, 2008

Ia Menunggu Kita

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh….” (QS. An Nisa: 78)

Ia menunggu kita…
Dari buaian dunia yang terang benderang
Kepada kegelapan liang lahat
Dari keceriaan bermain dengan keluarga
Kepada kekerasan tanah dan ulat-ulat
Dari kenikmatan makanan dan minuman
Kepada timbunan debu dan tanah
Dari kelembutan pergaulan di tengah keluarga
Kepada kesendirian yang mengerikan
Dari kasur yang indah
Kepada tempat pergulatan amal
Yang sangat menakutkan

Dan di dalam kubur…
Liang yang sangat sempit itu
Tak lagi berbeda
Antara pelayan dan majikan
Yang kaya dan yang miskin
Nikmat keindahan dunia
Berakhir dengan kematian

Duhai…
Jikalah kalian melewati kuburan
Panggillah mereka jika engkau bisa memanggil.

Lihatlah…
Betapa berdempetnya rumah-rumah mereka.
Tanyakanlah
Kepada orang-orang kaya dari mereka
Masih tersisakah kekayaan mereka?

Tanyakan pula…
Kepada orang-orang miskin di antara mereka
Masih tersisakah kemiskinan mereka?

Tanyakanlah…
Tentang lisan-lisan
Yang dengannya mereka berbicara
Sepasang mata
Yang dengannya mereka melihat

Tanyakan pula…
Tentang kulit-kulit lembut
Dan wajah-wajah yang cantik jelita
Juga tubuh-tubuh yang halus mulus
Apa yang diperbuat oleh ulat-ulat
Di balik kafan-kafan mereka?

Lisan-lisan itu telah hancur
Wajah-wajah yang cantik jelita itu
Telah dirobek-robek ulat
Anggota badan mereka telah terpisah berserakan.

Lantas…
Di mana pelayan-pelayan yang setia
Di mana tumpukan harta
Dan sederetan pangkat
Di mana rumah-rumah mewah yang menjulang tinggi
Di mana kebun-kebun rindang dan subur
Di mana pakaian indah nan mahal
Di mana kendaraan-kendaraan mewah itu
Di mana kolam renang dan telaga itu
Bukankah kini
Berada di tempat yang sangat sunyi

Karena itu…
Kenapa engkau terpedaya dengan dunia
Renungkanlah
Tentang orang-orang
Yang telah pergi meninggalkan kita
Sungguh mereka amat berharap
Untuk bisa kembali ke dunia
Agar bisa menghimpun amal sebanyak-banyaknya
Tetapi, itu semua tidak mungkin terjadi
Karena mereka telah dikuburkan

Tidakkah engkau menangis…
Atas kematian dan sakaratul maut
Yang bakal menjemputmu?

Tidakkah engkau menangis…
Atas kuburan dan kengerian
Yang ada di dalamnya?

Tidakkah engkau menangis…
Karena takut kepada api neraka di hari kiamat nanti
Tidakkah engkau menangis
Karena takut akan hausnya di hari penyesalan

*) Catt:
Bait ke 3 hingga 10 disadur dr kutipan nasihat
Umar bin Abd. Aziz kepada para sahabatnya

Wallahu’alam bishawab
Bogor, 23 Jan ‘08


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: