Oleh: ramdhany | Januari 25, 2008

Di Dalam Shalat Kita

Wahai saudaraku…….
Kita tak pernah dibiarkan menjalani kehidupan seorang diri. Tanpa rambu, tanpa pelita. Allah swt memberi panduan yang teramat jelas akan hidup ini, yang menuntun kita selamat meniti langkah. Tak terpeleset jatuh karena kegelapan, tiada terperosok karena tak kenal arah, tidak tenggelam dalam ombak kehidupan. Dan Allah memberikan petunjuk untuk kuat dan seimbang dalam hidup.

Dan shalat….
Adalah tiangnya, yang menjamin keselamatan hidup kita.

Wahai saudaraku…..
Beristirahatlah di sini, dalam kesejukan shalatmu. Tak perlu kau jauh-jauh mencari. Bukankah Rasulullah mengajak kita mendirikan shalat untuk beristirahat dari ragam kesibukan yang meletihkan. Kesibukan apa saja, yang membuat pikiran tegang, perasaan gelisah, pikiran sempit dan jiwa yang mungkin terhimpit Dan kehidupan siapa yang tak pernah luput dari silih berganti masalah.

Saudaraku yang dicintai Allah….
Ibnul Qayyim membagi dua tingkatan orang dalam memberi makna shalat.
Pertama, adalah mereka yang menganggap shalat sebagai penjara. Penjara yang membelenggu tubuh dan jiwanya
Kedua, adalah mereka yang menganggap shalat sebagai kebun dan taman. Ia mendapat kesejukan dalam shalatnya, kesejukan dalam pandangan matanya, peristirahatan yang indah, dan ketenangan yang menghangatkan.

Wahai saudaraku…..
Gugurkanlah dosa-dosamu di sini, dalam shalatmu. Karena ia bagaikan wadah air yang membersihkan dirimu. Jikalah seseorang terombang-ambing dalam badai kehidupan maka shalat menyelamatkannya, tatkala seseorang dilupakan kesibukan dunia, datanglah shalat tuk mengingatkannya. Dan ketika hati diliputi dosa dan debu yang mengotori maka shalat datang membersihkannya.

Duhai saudaraku…..
Perhatikan satu hadist ini

‘Kalian berbuat dosa
Tapi kalian melakukan shalat subuh
dan shalat itu membersihkannya

Kemudian kalian berbuat dosa
Tapi jika kamu melakukan shalat dzuhur
Maka shalat itu membersihkannya

Kemudian kalian berbuat dosa lagi
Tapi jika kalian melakukan shalat ashar
Maka shalat itu membersihkannya

Kemudian kalian berbuat dosa lagi
Tapi jika kalian melakukan shalat maghrib
Maka shalat itu membersihkannya

Kemudian kalian berbuat dosa lagi
Tapi jika kalian melakukan shalat isya
Maka shalat itu membersihkannya

Kemudian kalian tidur
Tiada lagi dicatat dosa bagi kalian
Hingga kalian bangun’
(HR. Thabrani)

Saudaraku……
Satu ketika, Salman bersama Rasulullah berada di bawah sebuah pohon. Lalu Rasulullah mengambil ranting kering dan mengerak-gerakannya sampai daun-daunnya berguguran. Lalu Rasulullah bersabda

‘Sesungguhnya seorang muslim
Apabila ia berwudhu dan memperbaiki (wudhunya)
Lalu dia shalat lima waktu
Maka kesalahannya berguguran
Sebagaimana daun-daun ini berguguran’
(HR. Ahmad, Nasa’i, dan Thabrani)

Wahai saudaraku yang ikhlas…….
Mari kita azamkan dalam hati untuk memperbaiki diri kita, memperbaiki shalat kita, memperbaiki sedekah kita, memperbaiki hubungan kita dengan Allah, dengan sesama manusia, dan dengan alam sekitar kita. Mari kita temukan kembali ketenagan hati, ketenteraman jiwa, kebersihan dari segala noda dan debu dalam wudhu dan shalat kita.

Mari kita berusaha dan berdoa…..
Semoga kita tiada menjadi generasi yang buruk, generasi yang sudah jauh-jauh hari digambarkan dalam Al Qur’an. Dan semoga kita dapat menjadi generasi yang terpuji, dan mendapat kedudukan yang mulia. (Wallahu’alam bishawab)

 

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan shalat
dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak
akan menemui kesesatan (QS. Maryam:59)

Dirangkum dari berbagai sumber
Bogor, 25 Jan 08

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: