Oleh: ramdhany | Januari 25, 2008

Cermin

“Jadilah orang asing, di negeri asing ini. Dengan itu, pikiranmu akan selalu tercurah untuk membekali diri dan mempersiapkan diri untuk kembali lagi..”
(Umar bin Abdul Aziz)

Wahai lisan…
Apa gerangan yang kau ucapkan
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan
Berapa banyak hati-hati yang terluka
Dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam

Berapa banyak kata-kata manis
Yang engkau ucapkan
Untuk menipu banyak orang
Betapa jarangnya engkau jujur
Betapa jarangnya engkau menyebut nama Tuhanmu
Betapa jarangnya engkau syahdu
Memohon agar Allah mengampunimu

Wahai tubuh…
Berapa banyak maksiat yang engkau lakukan
Berapa banyak orang-orang
Yang engkau dzalimi dengan tubuhmu

Berapa banyak orang-orang lemah
Yang engkau tindas dengan kekuatanmu
Berapa pula hak-hak yang engkau rampas
Berapa banyak orang yang engkau acuhkan
Padahal engkau mampu

Wahai tubuh…
Seperti apa gerangan isi hatimu
Adakah hatimu sebaik kata-katamu
Atau bahkan sekelam debu yang melekat di tubuhmu
Adakah hatimu segagah ototmu
Atau selemah daun-daun tua yang mudah berguguran
Adakah hatimu seindah penampilanmu
Atau laiknya pekat hitam kantung tembolokmu

Duhai tubuh…
Apakah kau ini makhluk mulia atau menghinakan
Berapa banyak aib-aib nista
Yang engkau sembunyikan dibalik penampilanmu
Berapa banyak pandangan-pandangan khianat
Yang menatap pandangan yang tak laik
Melihat yang tak sepantasnya kau lihat

Lihatlah dirimu…
Apakah engkau ini sang penderma
Atau si kikir yang mengacuhkan
Berapa banyak uang yang engkau nafkahkan
Dibandingkan dengan harta yang engkau gunakan
Untuk selera rendah hawa nafsumu

Apakah engkau ini baik…
Sebagaimana yang sering engkau tampakkan
Ataukah hanya menjadi makhluk riya
Dan senang memamerkan kelebihan dan keunggulan
Memamerkan pangkat dan kedudukan
Memamerkan amanah dan jabatan

Duhai…
Inikah dunia yang kau cari
Dipuji banyak orang
Dikagumi dan disanjung khalayak

Inikah dunia yang kau kejar…
Hanya untuk sebatas prestise dan kesenangan
Dinikmati lalu hilang dari pandangan

Sepekan…
Setahun…
Sewindu…
Kau bangun sejuta kepalsuan
Dan engkau lupa
Bahwa kelak yang kau bangun itu
Pasti akan kau tinggalkan
Dan engkau lupa
Bahwa tempat tinggalmu sesudahnya
Adalah istana masa depan

Duhai…
Sungguh, betapa beda
Antara yang nampak di cermin
Dengan apa yang tersembunyi

Wallahu’alam bishawab
Bogor, 22 Jan 08


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: