Oleh: ramdhany | Januari 6, 2008

Anak-Anak Kecil

Mengapa harus menghentak….
Dengan lisan yang kasar lagi tajam

Mengapa harus menghardik…
Mengapa harus mengusir
Menyingkirkan
Dan terus menyudutkan
Anak-anak belia yang senang berada di masjid
Mata mungil yang menatap ceria orang-orang yang tengah shalat

Mengapa harus menatap tajam….
Seolah tak senang dengan hadirnya

Bukankah Rasulullah…
Senantiasa bersikap santun pada siapapun

Bukankah ia senantiasa ramah
Lembut
Dan rendah hati pada siapapun

Bukankah Rasulullah…
Tetap bersikap santun pada si renta
Pada si muda
Dan senantiasa ramah pada si belia

Bukankah seorang anak kecil…
Pernah menggelayut manja di pundak Rasulullah
Saat ia tengah shalat
Dan Rasul tetap sayang pada si kecil
Dan Rasul tetap ramah pada si mungil

Dan bukankah pernah seorang Badwi…
Membuang air kecil di bagian masjid
Yang masih beralas butiran pasir yang membentang
Dan Rasul tetap santun pada sang Badwi
Memberi nasihat dengan lembut dan sabar

Lantas…
Untuk apa bersikap kasar lagi ketus
Menatap tajam dan tak senang

Untuk apa lagi berprasangka buruk
Mempertebal kerak dalam hati
Melegamkan noda hitam dalam qalbu

Tak ada yang bisa dibanggakan dari sikap kasar
Dan takkan pernah terpuji sikap angkuh lagi ketus
Yang hanya laiknya asap
Merasa diri tinggi mengangkasa
Padahal nilainya rendah lagi hina

Dan tetaplah bersikap santun
Pada siapapun
Pada yang tua
Yang muda
Dan pada si mungil sekalipun


Wallahu’alambishawab

Bogor, 06 Jan 08


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: