Oleh: ramdhany | Desember 27, 2007

Inilah Negeri Ketiga

Kalian cetak kami menjadi bangsa pengemis
Lalu kalian paksa kami
Masuk masa penjajahan baru

Kami generasi yang sangat kurang rasa percaya diri
Gara-gara pewarisan nilai
Yang sangat dipaksa-tekankan

Kalian bersengaja menjerumuskan kami
Sejak lahir sampai dewasa ini
Menjadi sangat tepergantung
Pada budaya meminjam uang ke mancanegara

Sudah satu keturunan jangka waktunya
Hutang selalu dibayar dengan hutang baru pula
Lubang itu digali lubang itu juga ditimbuni
Lubang itu menjadi kian besar

Kalian paksa-tekankan budaya berhutang ini
Sehingga apa bedanya dengan mengemis lagi
Karena rendah diri pada bangsa-bangsa dunia
Kita gadaikan sikap bersahaja kita
Karena malu dianggap bangsa miskin tak berharta
Kita pinjam uang mereka
Dan membeli benda mereka

Harta kita mahal tak terkira
Dan harga diri kita
Digantung di etalase kantor pegadaian dunia

Menekur terbungkuk kita berikan kepala kita bersama
Kepada negeri penghisap darah*
Merekalah negara multi-kolonialis
Dengan elegansi ekonomi
Dan ramai-ramailah mereka pesta kenduri
Sambil memakan kepala kita**

Kita diajarinya pula tata negara dan ilmu budi pekerti
Dalam upacara, masuk masa penjajahan lagi
Penjajahan dengan banyak gerakan penuh harmoni

Mereka mengerkah kepala kita bersama-sama
Menggigit dan mengunyah teratur berirama
Sedih, dan tak terasa jadi bangsa merdeka lagi
Dicengkeram kuku negara multi-kolonialis ini

Bagai ikan kekurangan air dan zat asam
Beratus juta kita menggelepar menggelinjang
Kita terperangkap dan terjaring di jala raksasa hutang
Kita menjebakkan diri ke dalam jeruji budaya

Meminjam dana ke mancanegara***
Dari membuat peniti dua senti
Sampai membangun kilang gas bumi
Dibenarkan serangkai teori penuh sofistikasi

Kalian memberi contoh hidup boros berasas gengsi
Dan fanatisme mengimpor barang luar negeri
Gaya hidup imitasi, hedonistis dan materialistis
Kalian cetak kami jadi bangsa pengemis

Ketika menadahkan tangan serasa menjual jiwa
Tertancap dalam berbekas
Selepas tiga dasawarsa

Jadilah kami generasi sangat kurang rasa percaya
Pada kekuatan diri sendiri
Dan kayanya sumber alami

Kalianlah yang membuat kami jadi begini
Sepatutnya kalian kami giring ke lapangan sepi
Lalu tiga puluh ribu kali
Kami cambuk dengan puisi ini

Diambil dari tulisan Taufik Ismail (1998)
dengan sedikit perubahan dan penataan tulisan

* Nama 4 negara maju (kapitalis) diganti menjadi negeri penghisap darah
** Sambil kepala kita dimakan menjadi sambil memakan kepala kita
** Kepeng diganti menjadi dana


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: