Oleh: ramdhany | Desember 27, 2007

Aku Masih Ingat

Ya Allah…
Aku masih ingat
Saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu
Lembar demi lembar buku kupelajari…
Untai demi untai kata bijak kuresapi

Tentang cinta para nabi
Tentang kasih para sahabat
Tentang mahabbah para sufi
Tentang kerinduan para syuhada

Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam
Kurawat dalam buai harapan
Dan kusiram hari demi hari

Tapi Rabb…
Berbilang detik demi detik
Hari demi hari
Dan kemudian tahun berlalu
Aku berusaha mencintaiMu
Dengan cinta yang paling utama

Dan…
Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu…
Merasakan gelisah yang membadai
Dalam cita yang mengawang
Hingga tapak kaki kian mengambang
Tiada lagi menjejak bumi…

Dan di tiap detik….
Di tiap hari yang mengalir
Aku mencoba merangkak
Menggapai permukaan bumi
Dan menegakkan jiwaku kembali

Duhai Allah…
Aku tak sanggup mencintaiMu
Dengan kesabaran menanggung derita

Sebagaimana Nabi Zakaria as yang tubuhnya digergaji
Atau Nabiullah Yahya as dipenggal batang lehernya
Atau Ibrahim as yang harus dibakar hidup-hidup
Sebagaimana pula Mush’ab bin Umair
Yang menggadaikan keindahan dunianya
Yang tak menemukan kain yang layak
Untuk menutupi jasadnya tatkala syahid

Karena itu ya Rabb…
Izinkan aku mencintaiMu
Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu
Atas derita batin dan jasadku
Atas sakit dan ketakutanku

Rabb…
Aku tak sanggup mencintaiMu
Sebagaimana Abu Bakar
Yang menyedekahkan seluruh hartanya
Dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarganya.

Atau layaknya Umar ….
Yang menyerahkan separuh harta demi jihad

Atau Utsman…
Yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk kebaikan demi kebaikan.

Ya Allah Yang Maha Pengasih….
Izinkan aku mencintaiMu
Dengan seratus-dua ratus perak
Yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan,
Pada wanita-wanita tua yang menegadahkan tangan di pojok-pojok jembatan.
Pada makanan–makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan

Ilahi…
Aku tak sanggup mencintaiMu
Dengan khusyuknya shalat salah seorang shahabat NabiMu
Hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya.

Karena itu ya Allah…
Perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu
Dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata
Meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia

Rabbi…
Aku tak dapat beribadah sebagaimana para NabiMu
Yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu
Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rakaat malamku
Dalam satu dua sunnah nafilahMu
Dalam desah napas kepasrahan tidurku

Allaahu Rahmaanurrahiim…
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku
Agar cinta itu mengalun dalam jiwa
Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku

Duhai Allahu Rahiim
Perkenankanlah aku mencintaiMu,
Semampuku

Allahu Rahmaan
Perkenankanlah aku mencintaiMu
Sebisaku
Dengan segala kelemahanku

Wallahu’alam bishawab
Bogor, 23 Desember ’07


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: