Oleh: ramdhany | Juli 3, 2007

Sebuah Pengorbanan

Sesungguhnya Allah telah membeli dari
orang-orng mukmin, diri dan harta
mereka, dengan memberi mereka surga (QS.
At Taubah:111)

Wahai ikhwan….
Sungguh, tiada sebuah perjuangan tanpa
sebuah pengorbanan. Tiada kemenangan
tanpa sebuah kesungguhan, dan sebuah
ketulusan.

Inilah perdagangan yang telah ditawarkan
oleh Yang Maha Besar, Yang KekuasaanNya
terbentang luas dan besar, Yang
Menggenggam setiap ujung nyawa
makhluk-makhlukNya.

Inilah pengorbanan dalam sebuah nilai
perbaikan, untuk menorehkan setitik
cahaya dalam kegelapan. Meruntuhkan
keangkuhan, dan menghancurkan segala
tipu daya.

Duhai ikhwan….
Tidakkah kau lihat para mujahid yang
gugur di perang Uhud. Perut mereka
dibelah, telinga dan hidung mereka
dipotong-potong. Lihatlah bagaimana
Hamzah terbunuh dan dimakan jantungnya.
Juga dengan Rasulullah Muhammad (yang
kita mengaku ummatnya). Lihatlah tatkala
wajahnya terluka di perang uhud, gigi
seri dan gigi taringnya tercerabut dari
akarnya.

Lihatlah saat-saat dimana para sahabat
dirayu untuk keluar dari Islam, dan
beliau Rasulullah sendiri tengah
kelaparan hingga mengikatkan batu-batu
di perut beliau. Lihatlah bagaimana
pengorbanan Rasulullah ketika melihat
pamannya dicincang-cincang. Beliau
dianugerahi anak laki-laki, namun
meninggal tak lama setelah itu. Lalu
beliau dianugerahi Hasan dan Husein,
tapi Allah kemudian memberitahukan bahwa
kelak mereka akan dibunuh.

Duhai ikhwan….
Mereka adalah pribadi yang teguh dalam
pendiriannya. Mereka yang telah
melakukan sebaik-baik perdagangan.
Bukankah kita kerap melihat bagaimana
seorang muslim menjadi buruh sapu di
teriknya jalanan sementara mereka yang
kuffur tengah bersantai dungai di bawah
kemewahan? Bagaimana pemuda yang kerap
dilibatkan fitnah yang keji, pemalsuan
demi pemalsuan.

Ketahuilah, bahwa inilah pengorbanan
yang harus dibayar. Bukankah para Nabi
telah mendapat beragam penyiksaan.
Lihatlah bagaimana Nabi Ibrahim yang
dilempar ke dalam api, atau Nabi Zakaria
yang digergaji, atau Nabi Yahya yang
disembelih, atau Nabi Ayyub yang didera
penyakit bertahun-tahun hingga
kehilangan harta dan anak-anaknya, atau
Nabi Yusuf yang dijual murah dan dibui
beberapa tahun.

Duhai ikhwan….
Jadilah engkau seperti mereka, yang
tiada membenturkan manajemen mereka
dengan manajemen Allah, kepentingan
mereka dengan kepentingan Allah.

Duhai ikhwan….
Perbaikan ini akan membutuhkan segenap
pengorbanan, dan pengorbanan membutuhkan
keikhlasan dan ketulusan niat. Kendati
terlihat sulit, susah, meludeskan banyak
uang, menghilangkan jabatan, keluarga,
anak-anak, bahkan dunia seisinya.

Wallahu’alam bishawab
(Inspirated by Dr. Najih Ibrahim)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: