Oleh: ramdhany | Juni 30, 2007

Setitik Cahaya

Imam (syahid) Hasan Al Banna, seorang
sang mujadid ternayata hanya sedikit
meninggalkan energi perbaikan dengan
satu dua toreh buku. Ia ternyata lebih
menyukai meninggalkan di bumi ini berupa
sesosok pemuda yang terbina, sesosok
pemuda yang penuh semangat melakukan
perbaikan dan kebaikan. Mengubah yang
gelap menjadi terang, menata energi yang
terserak, hingga menjadi sebuah tatanan
gerakan yang dinamis, konstruktif, dan
penuh nilai-nilai keadilan.

Pemudalah….
Yang menjadi sentra penggerak, yang
menjadi penegak ranting yang lemah,
pengayom masyarakat yang mulai remah dan
rapuh. Merekalah segerobolan pemuda yang
penuh dengan semangat dan pengorbanan.
Menumbangkan rezim yang bersimbah noda
dan tipuan muslihat, membenamkan
dominasi kedustaan yang membelenggu.

Kini….
Titik terang itu sedikit demi sedikit,
setitik demi setitik, telah membawa
banyak perbaikan. Menggantikan si tua
yang korup, menggantikan sang diktator
yang tak pernah mau dinasihati. Menata
kembali taman negeri ini yang sekian
lama tercecer dan terberangus,
merentangkan jembatan kebersamaan,
menolong yang terkena musibah, membantu
yang tengah sulit, dan membuka secercah
harapan pada kaum yang marginal. Harapan
negeri ini kian terbit, kian membumi,
dan semoga ini akan segera menggantikan
kelamnya pekat dengan cahaya, menerangi
segala keburukan dan kekeruhan dengan
amal salih dn ketulusan.

Dan pemudalah…
Harapan itu bermula


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: