Oleh: ramdhany | Juni 5, 2007

Proyek Peradaban Kita

salamduta

Ikhwah rahimahullah, ketahuilah…..

Bahwa proyek dakwah ini adalah proyek peradaban. Jika ada yang lainnya berupaya membina orang untuk menjadi sholeh; mengajari orang-orang tentang fiqh, membiasakan zikir; membuat umat berdaya secara ekonomi, mendirikan negara Islam, ataupun menegakkan kembali khilafah, maka kami melangkah lebih jauh dari itu, kami sedang merancang dan membangun peradaban baru.

Persoalan umat begitu kompleks. Umat Islam lemah pada semua sisinya. Dakwah dan gerakan yang bersipat parsial tidak akan membuat persoalan selesai dan tuntas. Upaya mereka dalam menutupi satu bolong pada diri umat, satu kelemahan umat, malah membuat bolong-bolong lain tampak lebih lebar menganga. Jika ada orang-orang yang menganggap bahwa dengan mempertinggi moralitas umat ataupun mendirikan khilafah semua persoalan selesai, bahwa setelah itu kejayaan dan kedigjayaan umat akan otomatis dapat diraih, maka mereka itu terlalu menyederhanakan persoalan. Mereka seperti memberi solusi yang tidak menyentuh bumi dan tidak pula menggantung ke langit. Umat perlu solusi total dan pendekatan yang konfrehensif. Tak ada kata lain, itulah pendekatan peradaban.

Karenanya…..

Kita membutuhkan banyak orang dengan beragam keahlian, setiap keahlian itu sangat dihargai dan dinilai tinggi; setiap kader kami dengan antusias memberikan kontribusi dari apa saja yang dipunyai dan dikuasai, kami saling bantu agar masing-masing dari kami bisa mempertinggi kontribusinya, dan kami bergerak bersama agar apapun yang kami punya dan bisa menjadi bermanfaat bagi umat, kini dan nanti.

Itu tujuan yang jauh dan besar tapi perlu bagi kita untuk berbeda dari yang lain. Sesekali bermimpi besar itu penting. Soal berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek itu, itu soal lain. Itu perkara yang sangat relatif. Rasulullah Muhammad saw membutuhkan waktu 13 tahun untuk menyelesaikan arsitektur peradaban Islam dan membangun pondasinya. Umar bin Khattab butuh waktu 10 tahun untuk membangun semua infrastruktur yang diperlukan bagi sebuah peradaban baru. Umar bin Abdul Aziz hanya butuh waktu 3 tahun saja untuk membuatnya berkilau. Begitu pula Harun Ar-Rasyid, dan lain-lain. Setiap individu umat ini di sepanjang sejarah Islam berupaya membuat peradaban Islam itu terus bersinar dalam rentang waktu yang mereka punya.

Ikhwah rahimahullah…..

Selayaknya sebuah proyek di mana diperlukan setidaknya arsitek, ahli tehnik, para pekerja, dan sebuah sistem yang mensinergikan semua aktifitas; begitu pula dengan proyek peradaban ini. Kita butuh banyak arsitek, ahli tehnik, pekerja, dan sistem yang mana sebuah peradaban dirancang dan dibangun.

Sebuah peradaban dikatakan baru ketika ia mempunyai karakteristik tersendiri. Boleh saja ia menyerap kekuatan dari peradaban-peradaban sebelumnya, tetapi karena dibesarkan dalam ruang dan waktu yang berbeda, ia harus mampu memberikan solusi kreatif yang lain dari yang lain. Tugas dari para arsitektur dan ahli tehnik peradaban-lah merumuskan model peradaban tersebut.

Ikhwah yang dicintai Allah….

Dalam proyek apapun pasti dibutuhkan lebih banyak pekerja ketimbang arsitek dan ahli tehnik. Tidak terkecuali sebuah proyek peradaban. Kata kuncinya adalah kaderisasi. Inilah inti dari sebuah gerakan. Sekali lagi, kaderisasi. Kita bukanlah pengajian yasinan tingkat rt yang setelah selesai, makan lalu bubar jalan dan tidur pulas. Setiap kita harus mempunyai kemampuan melakukan rekrutmen. Setiap kita harus membina diri dan membiasakan diri untuk menarik kader-kader baru. Para kader-kader itulah yang sebagian besar akan menjadi pekerja-pekerja peradaban. Para pekerja peradaban inilah yang kemudian akan mempunyai peran terbesar dan aktifitas tersibuk.

Jamaah ini didirikan untuk menjadi semacam sistem yang menaungi dan mensinergikan semua aktifitas dari anasir-anasir peradaban. Selayaknya sebuah sistem, di sini setiap potensi dikumpulkan kemudian “ditembak” sehingga menghasilkan reaksi berantai kekuatan. Kekuatan itu lalu diikat untuk melahirkan kehebatan, kebesaran, dan kemuliaan. Kehebatan, kebesaran, dan kemuliaan itu dibaktikan untuk kesejahteraan dan keadilan umat. Dari rangkaian proses inilah peradaban Islam gelombang kedua itu menjadi. Selayaknya setiap individu yang terangkum dalam sistem ini (melalui semua proses yang ada dalam sistem) menjadi meningkat nilai tambah pribadinya. Sehingga dia tidak hanya menjadi sholeh untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitarnya. Menjadi agen perbaikan, perubahan, dan gerak.

Sekali lagi, peradaban Islam gelombang kedua itu akan terwujud jika kuantitas kita terus bertambah, dan masing-masing kita meningkat nilai tambah pribadinya sehingga bisa memberikan kontribusi dan manfaat yang terus bertambah besar.

Wallahu a’lam.

(Disadur dari web pks-kotatangerang.or.id)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: