Oleh: ramdhany | Mei 31, 2007

Kemuliaan Sebuah Bangsa

Perompak itu esok kan datang……….
Membawa senyuman-senyuman nan beracun
Membawa sorot mata nan mematikan

Pembohong itu esok kan tiba
Dengan sejuta asa membara
Dengan seribu muka nan mendua

Menyebar fitnah di sana-sini
Membuat kerusakan yang tiada henti

Si mulut besar itu amat ringan berujar
Seolah dua bibirnya layaknya layang-layang nan mudah terbang
Seringan angin yang bertiup
Menebar senyum perdamaian nan hampa
Menebar duri-duri kedustaan yang terlihat manis

Si muka dua itu berpaling dari tangis janda-janda yang kehilangan suaminya
Dari raut sedih anak-anak yang harus meneteskan darahnya
Dari kusamnya kecamuk perang yang seolah tiada ujung
Ia hanya membuat petaka
Ia hanya membuat lubang baru yang menganga
Ketimbang sebuah perbaikan

Ia esok kan datang ke tanah ini……..
Dengan sejuta darah yang ia tumpahkan
Dengan sejuta tangis yang ia ciptakan

Ia esok kan datang ke negeri ini……
Dengan sejumlah petaka yang ia jalankan
Dengan sejumlah fitnah yang ia sebarkan

Ia esok kan datang ke kota ini……..
Seolah ia lupa akan dosa-dosanya di tanah Persia
Seolah ia lupa akan darah lebih dari 600 ribu manusia yang ia tumpahkan
Seolah ia lupa akan bau busuk lisannya yang menusuk sendi-sendi

Tapi negeri ini…………
Seolah hanyut dalam buai manis mulut besarnya itu
Seolah takjub akan tawa racunnya itu
Menyambut sang penipu layaknya seorang pahlawan
Melihat sang penebar fitnah layaknya sang pujangga
Layaknya melihat sang kekasih yang telah lama menghilang

Merogoh kantong sedemikian dalam
Menebar keindahan di sana-sini
Menata kemewahan sepanjang pandangan mata
Hanya untuk kedatangan sang perompak

Wahai saudaraku…………
Mungkin inilah bangsa yang digambarkan sang Khalil Gibran

Sebuah bangsa……..
Yang tak berani menyampaikan kata-katanya sendiri
Kecuali bila tengah bergandengan mesra dengan liang kubur
Bangsa yang tak menyimpan sebuah kebanggaan
Kecuali ketika sedang tersungkur diantara puing-puing keruntuhannya
Bangsa mengagungkan orang zalim layaknya pahlawan
Menyanjung-nyanjung penjajah layaknya bangsa yang berkuasa perkasa

Sebuah bangsa……..
Yang tak memiliki sebuah kemuliaan

Wallahualam bishawab
(Bogor, 12 November 2006 10:25 PM)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: