Oleh: ramdhany | Mei 30, 2007

Sebelum Engkau Berkeluh Kesah

Wahai saudaraku……..
Kalaulah engkau berkeluh akan hidangan dalam dapurmu
Maka ingatlah bagaimana kerasnya perjuangan anak-anak jalanan mancari nafkah
Meronggoh sekerat roti, tuk sekedar kenyangkan diri

Kalaulah engkau berkeluh akan rumahmu yang sempit
Maka ingatlah bagaimana kaum pinggiran yang tidur beratapkan langit
Yang ditemani dingin malam yang senantiasa menusuk dan teriknya siang yang kian membakar

Kalaulah engkau berkeluh akan uang saku yang makin menipis
Maka ingatlah bagaimana bapak-bapak pemulung yang mengumpulkan receh demi receh uang untuk keluarganya
Berjalan dari satu tong ke tong yang lain, dari satu rumah ke rumah yang lain

Saudaraku…..
Sebelum engkau berkeluh bosan akan jadwal kuliahmu
Maka ingatlah antrian adik-adik kecil yang tak mampu sekolah lantaran biaya
Yang harus mengisi kesehariannya dengan kerasnya kehidupan jalanan

Sebelum engkau berkeluh akan ranselmu yang sudah mulai usang
Maka ingatlah perjuangan kaum miskin yang berjuang bertahan hidup, yang tak sempat berfikir akan usangnya ransel

Sebelum engkau berkeluh akan kulitmu yang panas tersinar matahari siang
Maka ingatlah bagaimana anak-anak jalanan berjuang di bawah terik matahari, bersimbah peluh keringat, berjuang bermandikan debu yang berharap dapat membantu ekonomi keluarga

Sebelum engkau berkeluh akan pakaian parlentemu yang mulai kotor
Maka ingatlah kaum miskin yang berbalutkan pakaian seadanya
Menutupi tubuh yang berbau matahari, yang bermandikan debu-debu jalanan

Sebelum engkau berkeluh kesah akan teriknya jalan raya siang ini
Maka ingatlah bagaimana para tuna wisma yang mengembara mengukur jalan raya
Ditemani keringat yang terpanggang matahari

Sebelum engkau berkeluh sendiri di dalam rumah
Maka ingatlah anak-anak yatim piatu yang hidup di panti-panti. Kesendirian yang sebatang kara tanpa sanak dan saudara
Yang menatap kosong hari-harinya

Saudaraku…..
Sebelum engkau berkeluh
Maka ingatlah…masih ada yang lebih dalam dari lautan
Masih ada yang lebih tinggi dari langit

Wallahu’alam bishawab


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: