Oleh: ramdhany | Mei 29, 2007

Janganlah Engkau Berputus Asa

Ikhwah…………

Janganlah engkau putus asa, karena putus asa bukanlah akhlak seorang muslim. Ketahuilah bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan di hari esok. Waktu masih panjang dan hasrat akan terwujudnya kedamaiaan masih tertanam dalam jiwa masyarakat kita, meski fenomena-fenomena kerusakan dan kemaksiatan menghantui mereka. Yang lemah tidak akan lemah sepanjang hidupnya dan yang kuat tidak akan selamanya kuat

Putaran waktu akan memperlihatkan kepada kita peristiwa-peristiwa yang mengejutkan dan memberikan peluang kepada kita untuk berbuat. Dunia akan melihat bahwa dakwah kita adalah hidayah, kemenangan, dan kedamaian, yang dapat menyembuhkan ummat dari rasa sakit yang tengah dideritanya. Setelah itu tibalah giliran kita untuk menata, karena bumi akan tetap berputar dan kejayaan itu akan kembali kepada kita.

Bersiap-siaplah dan berbuatlah, jangan menunggu datangnya hari esok, karena bisa jadi engkau tidak dapat berbuat apa-apa di esok hari. Kita memang harus menunggu putaran waktu itu, tetapi kita tidak boleh berhenti. Kita harus berbuat dan tiada boleh berhenti. Kita harus terus berbuat dan terus melangkah, karena kita memang tiada mengenal kata ‘berhenti’ dalam berjihad

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukan jalan-jalan Kami (QS. Al Ankabut: 69)

 

Ikwah fillah ……..

Seorang dai tentu akan berbeda dengan masyarakat umum. Tugas yang diemban dan kewajiban yang dilaksanakannya lebih berat dari masyarakat lainnya. Karena itu seyogyanya seorang dai, seorang khataba jamahiriyah seharusnya mampu mempersiapkan diri secara serius, sehingga mampu mengemban amanah agama, melanjutkan risalah perjuangan. Tentara dakwah haruslah seperti yang dimaksud dalam sabda Rasul

“Manusia itu bagaikan seratus unta, (yang) di dalam rombongan unta tersebut hampir tidak terdapat rahilah (kendaraan)” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kita pun tidak lupa bahwa tujuan kita adalah menyelamatkan para pemuda Islam dari kelemahan, yang lemah baik karena harta, karena tahta, atau karena wanita (lawan jenis). Menyelamatkan mereka adalah wajib, seperti wajibnya shalat lima waktu

Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapat petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?

(QS.Al Mulk: 22)

 Ikhwah fillah……..

Sebuah ummat tidak akan tumbuh dari pribadi-pribadi yang rusak, dan kekuatan tidak akan kokoh kecuali ditopang oleh orang-orang yang beriman. Meski di bumi ini banyak orang-orang yang menyebarkan kesesatan dan kerusakan namun cahaya Islam tetap akan terang

Bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaanmu itu dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepadamu apa yang telah kamu kerjakan (QS.At Taubah 105)

Hanyalah Allah harapan hidup kita satu-satunya, tidak yang selainNya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: