Oleh: ramdhany | Mei 4, 2007

Ilmu Adalah Cahaya

Ikhwati………..
Allahlah Yang menurunkan ilmu, Allahlah Sang penggenggam pengetahuan. Dialah Rabb Yang Maha Menguasai hakekat kehidupan, Dialah Rabb Yang dengan izinNyalah kita dapat meraih ilmu dan pengetahuan.
Jendela ilmu bukanlah milik kita, tabiat ilmu bukanlah kekuasaan kita, Allahlah Sang penggenggam segalanya. Kalaulah manusia dikaruniai ilmu, kalaulah manusia dibekali pengetahuan, kalaulah manusia diamanahkan kelebihan, maka ketahuilah wahai saudaraku bahwasanya itu hanyalah tetesan air di tengah luasnya lautan, itu hanyalah selembar daun di tengah rimbunnya hutan.

Ikhwati……..
Amatlah tidak pantas betinggi hati dengan ilmu yang kita miliki, amatlah tidak patut berbesar hati dengan segala pengetahuan yang kita punya, amatlah buruk berbesar kepala dengan segala khasanah ekspertis yang kita miliki.

Di atas langit masih ada langit, di bawah laut masih ada palung…..
Kalau bukan karena hitamnya tinta
Berjuta kertas tiada berarti
Kalau bukan karena asinnya garam
Luasnya lautan hanyalah tawar

Tiada ada alasan bagi kita untuk tidak berbagi ilmu, tiada ada alasan bagi kita untuk tidak berbagi pengetahuan, tiada ada alasan bagi kita untuk menyembunyikan segala khasanah ekspertis. Itu semua hanyalah amanah, hanyalah titipan, sewaktu-waktu dapat dicabut, sewaktu-waktu dapat diambil

Ikhwati……..
Sungguh malang pribadi yang tiada mau peduli pada si buta, sungguh rugi pribadi yang tiada pernah santun pada si bodoh, sungguh kasihan mereka yang senantiasa membanggakan pengetahuannya di tengah kaum jelata. Padahal bumi tiada sekalipun angkuh dengan perawakannya yang besar, matahari tiada sedikitpun sombong dengan kedahsyatan cahayanya, bahkan tumbuhan pun senantiasa bertasbih pada RabbNya, Rabb Sang Penguasa pengetahuan. Karena mereka yakin, karena mereka mengerti bahwa hakekat ilmu adalah kearifan, bahwa manfaat ilmu adalah kedamaian, bahwa ikhtisar ilmu adalah ibadah.

Ikhwati…….
Setitik ilmu adalah karunia Allah, segenggam pengetahuan adalah pemberian Sang Maha Penggenggam. Titik itu adalah pelita, kalaulah mampu memberikan pencerahan bagi sekitarnya, genggaman itu adalah cahaya jikalau mampu menerangi sekelilingnya. Keruhnya hidup karena tiada pelita, kelamnya gelap karena tiada cahaya. Karenanya saudaraku….kalaulah kita diberi karunia pengetahuan, kalaulah kita diberi cahaya ilmu belanjakanlah di jalan kebenaran. Kalaulah kita diberi kekuatan, kalaulah kita diberi keluasan pikiran manfaatkanlah untuk membantu khalayak. Karena ilmu bukanlah barang museum, yang hanya disimpan dan dipajang. Karena ilmu bukanlah barang ukiran, yang dinilai dengan sebatas lembaran-lembaran uang.

Oleh karenanya saudaraku…….
Jangan sekali-kali menjadikan ilmu sebagai barang dagangan, yang hanya dengan recehan-recehan uang ia akan tersalur. Jangan jadikan ilmu sebagai hiasan, yang dengan orang lain melihatnya kita akan memiliki kebanggaan. Jangan jadikan ilmu sebagai dinding, yang dengannya si bodoh tak mampu mengenal kita.
Jadikanlah ilmu sebagai jalan untuk mengenal Sang Maha memiliki ilmu, jadikanlah ilmu sebagai pintu untuk saling membantu sesama, jadikan ilmu sebagai sarana untuk berbakti pada khalayak, memberi manfaat pada banyak orang. Sungguh Dialah Sang Maha penggenggam.

Di atas langit masih ada langit, di bawah laut masih ada palung…..
Kalau bukan karena hitamnya tinta
Berjuta kertas tiada berarti
Kalau bukan karena asinnya garam
Luasnya lautan hanyalah tawar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: