Oleh: ramdhany | April 23, 2007

Duhai Jiwa Nan Lemah

Wahai jiwa yang lemah……..
Teganya engkau pada Tuhanmu
Kau berangkat begitu cepat
Berjajar tegak di shaf pertama
Hanya untuk bergegas setelah usai

Duhai jiwa nan lemah…….
Beginikah kau perlakukan Tuhanmu?
Dengan sepotong kaus nan tipis
Kau beranjak menuju Tuhanmu

Tapi jika kau rapat…….
Bertemu dengan dosenmu
Bertemu dengan teras-terasmu
Kau tampil layaknya permadani

Wahai jiwa yang lemah…….
Tak malukah engkau pada Tuhanmu?
Kau bicara terlampau tinggi
Tentang ini dan itu
Lantas subuhmu terus dan terus terlalaikan
Mata tertidur sepelupuk jiwa
Seolah tiada waktu tuk bergegas

Beginikah caramu perlakukan Tuhanmu?
Kau bangun sejuta pundi
Kau tancap beribu aksi
Kau begitu cakap berujar
Tentang ini dan itu
Tentang perbaikan ini dan itu

Lantas saat subuh tiba…..
Kau bagaikan ayam yang tak berdaya
Langkahmu begitu gontai menuju masjid
Bajumu begitu tipis nan lusuh

Duhai jiwa nan lemah……
Lupakah engkau pada Tuhanmu?
Yang memberimu hidup dan kehidupan
Yang memberimu akal nan menjulang
Berjuta nikmat atas engkau wahai jiwa nan lemah

Lantas…..
Seperti inikah engkau pada Tuhanmu?
Kepada Rabb yang menjagamu

Duhai jiwa nan lemah……
Nasihatilah dirimu
Perbaikilah jiwamu
Sebelum kau melangkah terlampau jauh
Sebelum kau berujar terlampau banyak

Yang tak memiliki takkan mungkin bisa memberi

Dan kata-kata…..
Takkan pernah tertancap nyata
Tanpa sebuah amal
Tanpa sebuah tauladan
Dengan mencintai Tuhanmu
Di siang hari
Di subuh nan dingin
Kapanpun….
Di manapun…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: