Oleh: ramdhany | April 8, 2007

Lain Dulu, Lain Sekarang

Lain dulu lain sekarang….
Waktu kecil dulu dengan senangnya
menonton ‘Panggung 17-an’ di bulan
Agustus. Ada pergelaran band, tarian
daerah, drama, paduan suara, dan
berbagai kreatifitas anak muda lainnya.
Menonton panggung bersama keluarga, ibu
dan kakak-kakak, juga para tetangga, dan
teman sepermainan waktu kecil. Berangkat
malam, pulang larut malam.

Kini….
Melihat anak kecil menonton panggung
dangdut atau semacamnya, ditemani
ibunya, kakaknya atau bersama
teman-teman sepermainannya, hati ini
miris. Berpikir bagaimana masa depan
penerus bangsa itu. Berpikir, tidakkah
yang lebih tua memberi teladan yang baik
bagi anak-anak itu.

Lain dulu lain sekarang….
10 tahun lalu sosok perempuan
berkerudung bisa dibilang masih langka.
Di kehidupan sehari-hari maupun tidak.
Di layar kaca apalagi. Kerudung itu
hanya terlihat di acara-acara keagamaan,
atau saat hari besar Islam. Saat arisan
atau kondangan? Lebih sering terlihat
sanggul yang bertengger di kepala

Kini…..
Dengan mudahnya bisa melihat perempuan
berkerudung. Di kehidupan sehari-hari
maupun tidak. Di layar kaca? Artis pun
berkerudung. Penonton konser musik pun
berkerudung. Penonton acara dagelan
seperti Ngelenong yuuk.. dan
Extravaganza pun berkerudung. Saat
arisan dan pesta walimahan? Insya Allah
banyak ibu-ibu berkerudung di sana.

Dulu…
Bagian khusus ‘Agama Islam’ di toko
buku-toko buku besar seperti Gramedia
dan Gunung Agung space-nya masih kecil
bahkan tidak ada. Dulu, buku-buku
bertemakan Islam masih seadanya. Baik
kuantitas maupun kualitas. Jangan harap
menemukan dengan mudah buku-buku
bertemakan Islam dengan cover yang lux.

Dulu….
mana ada yang namanya Islamic Book Fair.

Kini….
Space khusus buku-buku ‘Agama Islam’
semakin luas. Bahkan buku-buku yang
berkaitan dengan Islam dipajang di rak
utama bersama buku-buku ‘Terbaru’
dan ‘Best Seller’ lainnya. Buku-bukunya
pun semakin ‘wah’ dalam kuantitas dan
kualitas. Cover dan jenis kertas yang
dipakai pun makin ‘wah’. Islamic Book
Fair pun digelar tiap tahun. Tidak hanya
di Jakarta, tapi juga di kota-kota besar
lainnya.

Lain dulu lain sekarang. Setiap masa ada
tantangannya tersendiri. Lain dulu lain
pula sekarang. Bagaimana dengan masa depan?

Dan sungguh…..
Jalan perbaikan tidak ditaburi
bunga-bunga harum, tetapi merupakan
jalan sukar dan panjang. Perbaikan
memerlukan kesabaran dan ketekunan
memikul beban berat. Perbaikan
memerlukan kemurahan hati, pemberian dan
pengorbanan tanpa mengharapkan hasil
yang segera, tanpa putus asa dan putus
harapan. Yang diperlukan adalah usaha
dan kerja yang terus menerus dan
hasilnya terserah kepada ALLAH, sesuai
dengan waktu yang dikehendaki- Nya.

Wallahu’alam bishawab


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: