Saat titik itu semakin dekat…
Saat garis umur itu semakin dan semakin berjalan
Saat-saat antrian itu semakin berakhir
Dan perjalanan semakin dekat dengan tujuan
Hari demi hari…
Bulan demi bulan
Dan tahun demi tahun
Bertambah pula dosa menggunung
Dan noda yang terus membentang
Duhai Allah…
Hujamkan pula padaku selusin mata air
Sejernih air yang Kau berkahkan pada Musa as
Agar bisa membasahi hati yang kering
Yang seolah lupa akan kematian yang membuntuti
Akan hari kebangkitan yang dijanjikan
Duhai Allah….
Aku tak tahu kapan aku akan mati
Dan di tanah mana aku akan di makamkan
Mungkin karena tak terlihat mata
Ajal seolah hanya sekedar berita
Akhirat seolah hanya sekedar cerita
Dan hati seakan lupa dan melupakan
Akan hari-hari pertanggungan jawab
Duhai Allah…
Bilakah aku mati esok hari
Maka matikanlah aku dalam keadaan takwa kepadaMu
Matikanlah aku saat tanganku telah berderma
Saat ilmuku telah tersalurkan
Saat aku telah berbagi kehangatan pada sekeliling
Maafkanlah…
Bila aku tak bisa menjaga orang2 yang kucintai
Yang kurindu dan kukasihi
Maafkanlah…
Bila ku tak mampu berbagi hangat dan kehangatan pd sekeliling
Saat tangan-tanganku
Terlampau sulit berderma
Saat mataku
Terlampau memicing
Saat telingaku
Begitu tuli untuk mendengar keluh kesah orang lain
Bilakah esok
Adalah hari kematianku…
Duhai Allah…
Maafkan aku
Maafkan aku
Bogor, 09 Oktober 2008
