Ku duduk sejenakā¦
Sejenak dan terdiam
Teringat aku menghitung waktu
Akan detik-detik perjalananku di dunia ini
Yang penuh dengan salah
Yang bahkan sudah bertumpuk
Dan sangat tinggi menggunung
Saat salah telah menjadi biasa
Entah di mana hatiku
Entah di mana akal sehatku
Mungkin ku terlalu merasa benar
Atau karena merasa makhluk sempurna
Hingga hati menjadi kelam dan legam
Hingga tergerus rapuh
Sedikit demi sedikit
Dan kekhilafan ini…
Berulang dan terus berulang
Dan kini…
Ku duduk sejenak
Di tepian padatnya jalanan kota
Sejenak terdiam
Teringat akan noda-nodaku
Dan ku hanya berharap
Ku dapat menata hati dan diriku
Mengharap ampunanNya
Mengharap maafNya
Wallahu’alambishawab
7 ramadhan 1429, Cibinong
