Berharap kemenangan
Dengan tenaga yang seadanya
Mata yang layu
Jiwa yang rapuh
Berharap kejayaan
Dengan gerak yang lunglai
Azzam yang lemah
Dan ibadah yang ringkih
Bukankah seorang pahlawan
Takkan pernah muncul
Dalam situasi yang mudah
Dalam situasi yang hening dan melenakan
Ia bekerja dan berjuang
Ia berkarya dan beramal
Bukan hanya sekedar berujar dan berkata-kata
Mengubah kerja dengan kata
Hingga tak ada lagi karya di alam nyata
Bukankah pahlawan
Hadir dalam situasi yang ganas mencekam
Di tengah badai lautan yang menggunung
Di tengah medan tempur yang memanas
Di tengah situasi keburukan yang meluas
Dan ia pun senantiasa hadir
Dalam kebaikan amal dan karya
Tak kenal siang dan malam
Situasi panas dan dingin yang menusuk
Azzamnya lebih kuat
Ketimbang fisik dan jiwanya
Ketimbang sunduq dan lelah payahnya
Tak mudah mengeluh dan menggerutu tanpa arah
Yang hanya merunyamkan hati dan suasana
Dan tak kenal pengharapan dan kepamrihan manusia
Dan hanya kepada Allahlah
Tawakal dan pengharapan itu
Wallahu’alambishawab
Bogor, 25 April 2008
Ditulis dalam Puisi