Ya Allah…
Hari demi hari
Aku terlampau sibuk mengejar dunia
Mengejar harta yang tak seberapa
Aku tenggelam dalam guratan dunia
Meraih dunia yang tak berujung
Hingga aku kerap lalai
Hingga aku kerap terjatuh lemah
Ibadahku…
Terus dan terus menurun
Dzikirku tak lagi bergetar
Malam-malamku…
Terus kulalaikan dengan tidur-tidur panjang
Dan mataku…
Tak lagi meneteskan kerinduan padaMu
Ya Allah…
Aku malu padaMu
Sementara rizki, adalah Engkau yang memberikan
Sementara waktu, adalah Engkau yang menciptakan
Tapi aku begitu jarang dan teramat jarang mengingatMu
Aku hanya mengejar dan terus mengejar dunia
Tampil begitu rapi dan indah
Tapi hati ini kosong dan hampa
Ya Allah…
Aku takut
Kalau semua usahaku ini
Adalah jalan menuju murkaMu
Aku takut
Jikalau semua perniagaanku ini
Adalah jembatan
Yang akan melemparkanku ke dalam nerakaMu
Aku takut
Kalau kemewahan telah melalaikanku
Kalau kesuksesan dunia telah menguburku
Ke dalam gelap dunia
Ke dalam kerak hati yang hitam lagi kering
Pada mata yang tak lagi pernah menangis padaMu
Ya Allah…
Pagi ini hamba menghadap padaMu
Bersimpuh laiknya seorang hina yang mengiba
Berlutut dengan wajah yang lusuh lagi penuh debu
Aku memohon padaMu beribu maaf
Untuk semua khilaf dan lalaiku
Aku memohon padaMu…
Izinkanlah aku kembali menata hati dan jiwaku
Agar bisa selalu ingat padaMu
Ya Allah…
Aku hanyalah bongkahan tanah
Yang hanya berkalang debu
Yang kalau bukan karena kemurahanMu
Aku bukanlah apa-apa
Wallahu’alambishawab
Bogor, 08 Maret 08
