Duhai mata…
Apakah yang telah engkau lakukan
Apakah yang telah engkau kerjakan
Hingga aku terjatuh dalam lumpur hitam pekat
Terperosok masuk dalam lubang gelap nan curam
Adakah kau kerjakan pandangan yang khianat
Menatap yang tak pantas ku tatap
Melihat yang tak halal kau lihat
Duhai mata…
Tidakkah kau lihat
Betapa riangnya syaitannirrajim itu memperdayamu
Betapa senangnya mereka menusukan racun dalam dirimu
Hingga aku terpelanting jatuh
Dan seolah lupa akan akal sehatku
Tidakkah kau lihat…
Berapa banyak hal sia-sia yang kulakukan
Berapa banyak perasaan ingkar yang kurasakan
Akibat pandangan khianatmu
Menebar celah ke kanan kiri
Hingga nafsu memperdayakanmu
Hingga dunia melalaikanmu
Untuk melihat yang tak pantas
Untuk menatap yang tak laik
Duhai mata…
Aku takut pada Tuhanku
Yang Maha Melihat
Yang Maha Mengetahui
Yang melihat apa saja yang kau lihat
Yang mengetahui apa saja yang kau tatap
Jangan kau permalukan aku di hadapan Tuhanku
Dengan pandangan rendahmu
Dengan tatapan-tatapan khianatmu
Jangan kau buat Tuhanku murka padaku
Karena aku tak menunaikan amanah
Menjaga mata ini
Menjaga pandangan ini
Yang dititipkannya padaku
Duhai mata…
Jangan lagi kau terjerembab
Jangan lagi kau terjatuh
Jangan lagi kau berkubang
Pada semerbak hawa dunia yang tak berkesudahan
Pada nafsu yang melalaikan
Jangan lagi kau terbuai
Sebagaimana orang-orang lalai yang terbuai
Jangan lagi kau terlena
Sebagaimana orang-orang ingkar yang khianat
Duhai mata…
Tahanlah pandangan
Tundukanlah tatapan
Agar hati terasa sejuk
Lihatlah apa saja yang layak kau lihat
Tataplah apa yang saja yang halal kau tatap
Agar aku merasa tenang
Agar aku merasa damai
Akan pengawasan Tuhanku yang Maha Adil
Duhai mata…
Tak ada setitikpun dalam hatiku untuk mendzalimimu
Tak ada sepercik niatpun dalam dadaku untuk menyakitimu
Aku hanya ingin menjagamu
Dari lumpur hitam yang pekat
Dari debu kelam yang menyakitkan
Duhai mata…
Bersabarlah
Dan kuatkan kesabaranmu
Hingga kelak ada saat indah
Jauh lebih indah
Wallahu’alam bishawab
Bogor, 02 Jan 08

wah ini blog puisi ya, bagus. saya mau mengucapkan terima kasih untuk komentar yang bentuknya puisi itu, hehe. baru kali ini dapet komentar puisi
Oleh: inda on Februari 2, 2008
at 11:26 p02
Assalamualaikum
Salam kenal bung. Puisinya bagus bagus dan bermakna. terus berkreasi yaa.
Wassalam
Oleh: risyuwono on Februari 2, 2008
at 11:26 p02
nice bllog too…salam ukhuwah
Oleh: abu on Februari 3, 2008
at 11:26 p02
salam ukhuwah…mas bagus nih artikelnya..terus berkarya..
Oleh: fupmm on Februari 3, 2008
at 11:26 p02
puitis orang indonesia.. saya juga mahu menambah puisi2 untuk berdakwah di malaysia..
salam ukhuwwah
Oleh: mesrarakyat on Februari 3, 2008
at 11:26 p02