Bisnis adalah perang…
Karenanya, kemenangan harus diraih
Semampu mungkin
Dengan strategi yang fokus
Dengan jaringan intelejen
Yang mampu menyusup ke setiap celah
Mengorek setiap informasi di lapangan
Dan dengan senjata yang andal
Seringkali…
Dalam berbisnis kita tidak punya arah, tidak fokus, tidak tahu akan ke mana, tidak punya strategi, strategi jangka pendek, menengah, apalagi panjang. Dan tidak jarang tidak paham arah ke depan. Bagaimana arah dalam masa 5 tahun lagi, 3 tahun lagi, 1 tahun ke depan, atau 3 bulan yang akan datang.
Sering kita berfikir…
Saat mau berusaha dan memulai bisnis, sekali kita berfikir bisa berbisnis apa saja, bisa melakukan apa saja, maka pada dasarnya kita tak mampu melakukan apapun, tak bisa melakukan apapun. Sulit mengharapkan sesuatu akan tumbuh dan berkembang tanpa kefokusan. Memulai dengan banyak hal, di sana dan sini, begitu banyak pikiran yang harus terbagi, dan ini akan memungkinkan tingkat daya fokus akan terbagi.
Dan, bagaimana cara untuk fokus….
Pertama, adalah fokus pada keunggulan yang ada pada diri kita.
Dan ini bisa dimulai dengan melihat kekuatan dan kelemahan diri. Kita bisa mengevaluasi berbagai hal, mengevaluasi tingkat entrepreneurship diri, mengevaluasi kepribadian diri, jaringan, keahlian, dan juga modal. Berbisnislah di mana kita punya banyak keunggulan, dan kalaupun masih tetap ingin masuk dalam lahan di mana kita punya banyak kelemahan maka anggaplah ini tantangan, dan carilah partner terpercaya yang punya kelebihan yang saling melengkapi.
Kedua, adalah fokus pada produk yang dijual…..
Mulailah usaha dari produk yang kita banyak faham seluk beluknya, faham akan kekuatan dan kelemahannya, dan berbisnislah pada ladang yang kita kuasai. Kalaulah tidak, maka carilah banyak hal dan informasi. Carilah pengetahuan sebelum memulai, cari informasi awal sebanyak-banyaknya.
Ketiga, adalah fokus pada pasar…
Ini adalah cara untuk memasuki pasar, menarik banyak konsumen, dan menguasai banyak area. Kita perlu mendefinisikan produk, mendefinisikan dengan jelas target dan sasaran yang akan dituju. Mendefinisikan konsumen, produk, dan pasar.
Keempat, adalah fokus pada pesaing dan persaingan…
Jangan pernah tangisi sebuah persaingan, bersaing adalah sebuah keniscayaan. Dengan sebuah persaingan, kita akan paham kekuatan dan kelemahan diri, kita dapat membandingkan kualitas diri, kita dapat belajar, dan kita dapat memacu diri untuk lebih baik lagi.
Setelah mampu fokus pada keempat hal itu, maka maka selanjutnya adalah segera menyusun strategi untuk lebih baik dalam perang dan peperangan.
Wallahu’alam bishawab
(Bogor, 17 Jan 08)