Posted by: ramdhany | Juni 19, 2008

Militansi

Ya Yahya hudzil kitaaba bi quwwah …” (QS. Maryam (19):12)

Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.

Tatkala Allah SWT memberikan perintah kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas, Ia tak hanya menyuruh mereka untuk taat melaksanakannya melainkan juga harus mengambilnya dengan quwwah yang bermakna jiddiyah, kesungguhan-sungguhan

Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad. Namun kebatilan pun dibela dengan sungguh-sungguh oleh para pendukungnya, oleh karena itulah Ali bin Abi Thalib ra menyatakan: “Al-haq yang tidak ditata dengan baik akan dikalahkan oleh Al-bathil yang tertata dengan baik”.

Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,
Allah memberikan ganjaran yang sebesar-besarnya dan derajat yang setinggi-tingginya bagi mereka yang sabar dan lulus dalam ujian kehidupan di jalan dakwah. Jika ujian, cobaan yang diberikan Allah hanya yang mudah-mudah saja tentu mereka tidak akan memperoleh ganjaran yang hebat. Di situlah letak hikmahnya yakni bahwa seorang da’i harus sungguh-sungguh dan sabar dalam meniti jalan dakwah ini. Perjuangan ini tidak bisa dijalani dengan ketidaksungguhan, azam yang lemah dan pengorbanan yang sedikit.

Ali sempat mengeluh ketika melihat semangat juang pasukannya mulai melemah, sementara para pemberontak sudah demikian destruktif, berbuat dan berlaku seenak-enaknya. Para pengikut Ali saat itu malah menjadi ragu-ragu dan gamang, sehingga Ali perlu mengingatkan mereka dengan kalimatnya yang terkenal tersebut. Baca Lanjutannya…

Posted by: ramdhany | Juni 14, 2008

Lowongan…!!!!

….. LOWONGAN …..

Lowongan ini terbuka bagi semua orang tanpa pengecualian, tanpa melihat pengalaman kerja, tanpa ijazah, tanpa koneksi. Lowongan ini terbuka bagi semua pengangguran maupun yang sedang bekerja dengan latar belakang apapun, baik direktur, gubernur, tukang becak, perampok, koruptor, pembunuh, pendeta, kyai, para dermawan, dll. Setiap pelamar dijamin pasti diterima di salah satu posisi yang disediakan, bahkan yang tidak melamar sekalipun pasti diterima

LOWONGAN DISEDIAKAN UNTUK 2 POSISI :
A. Penghuni Syurga
B. Penghuni Neraka

UNTUK POSISI A DISEDIAKAN FASILITAS DAN KOMPENSASI SBB :

Sebelum kandidat diberi fasilitas final berupa Syurga yang kekal abadi, kandidat dijamin akan memperoleh training outdoor dan indoor, berupa :
1. Nikmat kubur.
2. Jaminan perlindungan di Padang Mahsyar.
3. Keselamatan meniti Sirath-al mustaqim.

Nikmat yang lebih indah dari syurga adalah ‘merasakan’ ridha Allah dan kesempatan merasakan ‘wajah’ Allah, inilah puncak segala kenikmatan, inilah kenikmatan yang tak mampu dibayangkan manusia, yaitu keindahan menikmati sifat-sifat dan kalam murni Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

UNTUK POSISI B DIPASTIKAN AKAN MENIKMATI BERAGAM KESEMPATAN DIBAWAH INI Kandidat dipastikan mendapat berbagai fasilitas Neraka berupa alam terbuka dengan fasilitas pemanas ruangan yang bertemperatur sangat luar biasa panasnya. Bahkan bila sebutir pasir neraka dijatuhkan ke muka bumi maka mengeringlah seluruh samudera di muka bumi ini dan mendidihlah kutub es yang ada di muka bumi ini. Bahkan bila seseorang dikeluarkan dari dalamnya sekejab kemudian dipindahkan ke tumpukan api unggun yang menyala-nyala di muka bumi ini maka iapun akan merasa lega.

Neraka sangat luas, jadi para pelamar posisi ini tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat. Para pelamar posisi ini juga tak perlu khawatir segera mati kalau dibakar, karena tubuh kita akan dibuat sedemikian rupa hingga mampu memuai kalau dibakar (seperti kerupuk bila digoreng).

Oh, ya. Fasilitas ini juga meliputi makanan gratis yang mampu membakar isi perut, minuman yang mampu membocorkan usus serta fasilitas kolam renang gratis yang berisi nanah dan darah. Beberapa pembantu gratis juga disiapkan untuk menyayat lidah orang-orang yang suka menyakiti hati orang lain, maupun menyeterika perut orang-orang yang tidak membayar zakat.

Selain fasilitas tersebut, para kandidat akan melewati masa training yang lamanya mencapai ribuan tahun, yaitu :

1. Training indoor didalam kubur berupa siksa kubur dan ‘hidup’ dalam kesengsaraan ditemani ular dan makhluk aneh lainnya serta wajah-wajah buruk selama bertahun-tahun hingga ribuan tahun di alam barzakh tergantung kualitas amal ibadahnya dan dosa-dosa yang ia lakukan.

2. Training outdoor dilakukan di padang Mahsyar selama ribuan tahun, dalam suasana kepanikan dan huru-hara yang luar biasa. Bapak, ibu, anak dan saudara-saudara kita tak mampu menolong kita karena setiap orang sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Bahkan para nabipun tidak mampu menolong, kecuali nabi Muhammad SAW yang akan menolong umatnya yang rajin bersholawat padanya

SYARAT-SYARAT PELAMAR

- Tidak diperlukan ijazah
- Tidak diperlukan koneksi atau uang sogok.
- Tidak perlu bawa harta
- Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap atau
seksi.
Cukup membawa dokumen asli dari keimanan dan amal karya Anda sendiri.

WAKTU WAWANCARA

Wawancara tahap 1, dilakukan 7 langkah setelah pelayat terakhir meninggalkan kuburan Anda
Wawancara tahap 2, hanya Allah lah yang tahu

LOKASI DAN LAMA WAWANCARA

Wawancara tahap I, dilakukan di dalam kubur (alam barzakh) selama beberapa menit hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya.

Wawancara tahap II, dilakukan pada hari penghisaban (hari perhitungan) selama beberapa hari hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya. Dalam salah satu haditsnya Rasulullah pernah bersabda bahwa jarak waktu masa pengadilan antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin adalah 500 tahun. Berbahagialah Anda yang miskin selama di dunia, yang memiliki sedikit harta untuk diminta pertanggungjawabannya (karena sebutir nasi yang Anda buang akan diminta pertanggungjawabannya).

PEWAWANCARA:

Wawancara tahap I, dilakukan oleh Malaikat Mungkar dan Nakir.
Wawancara tahap II, dilakukan langsung oleh sang Penguasa Hari Kemudian

WAWANCARA HANYA BERISI 6 PERTANYAAN :

1. Siapa Tuhanmu ?
2. Apa agamamu ?
3. Siapa nabimu?
4. Apa kitabmu?
5. Dimana kiblatmu ?
6. Siapa saudaramu?
Sungguh 6 pertanyaan yang sangat mudah, tapi sayangnya tidak bisa dihapal dari sekarang karena keimanan dan amal kitalah yang akan menjawabnya.

CARA MELAMAR:

Sekalilagi, ini benar-benar rekrutmen yang sangat istimewa, tidak perlu melamar, siapa saja dijamin diterima, bahkan untuk melamarpun Anda akan dijemput secara khusus. Dijemput oleh makhluk sekaliber malaikat yang bernama Izroil. Ia akan menjemput anda kapan dan dimana saja (bisa jadi sebentar lagi).

BENARKAH LOWONGAN INI ?

“Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit (berkriut-kriut), langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT. Demi Allah ! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan” ( HR Tirmidzi & Al-Bukhari)

Wallahu’alambishawab
Dikutip dr kebun hikmah.com

Posted by: ramdhany | Juni 12, 2008

Wisuda

Alhamdulillah….
Kebesaran hanya milik Allah, akhirnya bisa wisuda juga.
Akhir dr status mahasiswa IPB strata satu
Mudah2an bisa berkah, amin

wisuda 10

(Ramdhan & Iwa)


KTM depan

KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) IPB
Kenang-kenangan kecil dari Bogor

Posted by: ramdhany | Mei 17, 2008

Langit Tak Selalu Cerah

Hidup kadang tidak selalunya indah
Langit tak selalu cerah

Suram malam tak berbintang
Itulah lukisan alam
Begitu aturan Tuhan

Jalan memang tak selalu licin tak berpenghalang. Ada saja batu dan kerikil, ada saja aral dan rintang yang menghadang. Dan tapak kaki kerap lunglai dan teluka, terjungkal dan terjatuh. Dan lengan yang terbentur dahan di kanan kiri.

Yang pertama dan utama dalam kerat kesulitan, dalam jengkal kerumitan adalah ruang kesabaran, ketawakalan pada Sang Penguasa semesta alam. Inilah saat-saat di mana kesabaran menjadi penenang, penjernih, dan pereda kegalauan hati dan pikiran. Kesabaran menjadi kebutuhan dan senjata saat kondisi begitu runyam dan berbelit, saat keteguhan dan ketekunan begitu sulit dihargai, saat penantian dan pengharapan begitu mudah disia-siakan.

Sungguh…
Allah beserta orang-orang yang sabar, yang menahan ketergesa-gesaan, menahan prilaku dan tindakan sporadis yang fatal. Inilah sandaran seorang muslim, saat kondisi rumit tak lagi menyediakan sandaran kokoh lagi kuat, saat pandangan begitu sempit dan pragmatis. Allah menyediakan tempat berlindung, bersandar di saat lelah payah, mengadu dan memohon. Tak ada lagi sekat dan batas, kapanpun bisa datang dan bersimpuh.

Sehebat apapun kesulitan, sedalam apapun kerunyaman, ruang ketenangan dan kenyamanan tetap ada dalam pikiran yang teduh, pandangan yang sejuk, dan perkataan yang indah. Tak ada ketenangan dalam jiwa yang galau, tak ada keteduhan dalam pikiran yang sempit lagi gelap. Saat ujian datang, saat cobaan dan musibah tiba, itulah saat di mana cahaya dan pelita kesabaran begitu berarti dan bermanfaat. Inilah cahaya kesabaran yang memungkinkan kita untuk tetap jernih dalam memandang hidup dan kehidupan, untuk tetap teguh dan optimis dalam mengarungi kesulitan dan kerumitan, sedalam apapun tantangan, setinggi apapun rintangan.

Namun tak sedikit orang yang begitu terpaku dalam sikap mengeluh dan menggerutu, terus berbicara, berteriak, tanpa kesabaran, tanpa ketenangan, dan tanpa amal yang solutif. Tak ada yang berubah dan berpindah, masalah tetap menjadi masalah, kegagalan tetap mejadi kegagalan, dan kejatuhan tetap menjadi kejatuhan. Dan mengeluh, tak mengubah apapun, barang sedikit dan sejengkal.

Dan bilakah awan mendung itu datang…
Selaiknya bisa mejadi pelajaran dan hikmah, bahwa manusia hanyalah makhluk yang lemah, yang bisa saja terpeleset dan terjatuh, terkulai dan terjungkal, dan bahkan tergores dan terluka. Inilah pertanda bahwa kita membutuhkan doa dan pengharapan, kepada Allah Yang Maha Besar, Yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Dan kita pun membutuhkan sikap sabar dan keteguhan, untuk dapat tetap berdiri, tetap berfikir dan beramal, untuk terus memperbaiki diri dan lingkungan, keluarga dan masyarakat.

Wallahu’alambishawab
Bogor, 25 April 08

Posted by: ramdhany | Mei 17, 2008

Taman Bunga

Taman ini memang begitu kecil
Tapi ia adalah keindahan bagiku
Yang kurawat dan kusiram
Yang kupupuk dan kujaga

Di tengahnya muncul bunga-bunga indah
Yang masih tunas, masih sangat kecil
Ada bunga mawar yang merah merekah
Ada bunga melati yang putih bersih
Dan anggrek ungu yang cantik menawan

Taman ini memang begitu kecil
Tapi ia begitu tentram
Dengan bunga-bunga indah yang tersenyum
Dan rumput hijau yang menari

Taman ini memang begitu sederhana
Tapi ia begitu teduh
Dengan rimbunan dedaunan di tengahnya

Aku akan menjaganya
Menjaga taman kecilku
Menjaga bunga-bunga itu
Dari kerusakan yang menghanguskan

Dan aku akan tetap bersabar
Untuk memetiknya
Hingga saatnya tiba

Yang kan kubawa setangkai melati indah itu
Dari taman kecil indahku
Untuk bidadariku
Hadiah kecil dari Tuhanku

Wallahu’alambishawab
www.ramdhany.wordpress.com
050508

Posted by: ramdhany | Mei 17, 2008

Take Action !!!

Mulailah dari tempat di mana Anda berada, dan mulailah sekarang. Anda sampai, hanya karena Anda berangkat. Dan ingatlah, bahwa batas waktu itu, dibuat bukan karena Anda harus selesai, tetapi karena Anda harus segera memulai.

Janganlah berlaku seperti orang yang mengeluhkan apa saja yang tidak terlihat di dalam sebuah gambar. Berfokuslah pada yang telah jelas terlihat, mengoptimalkan apa yang ada, apa yang tersedia dan bisa diberdayakan dengan sebaik-baiknya karena dari sanalah Anda mencapai tempat-tempat yang belum terlihat bahkan oleh imajinasi Anda. Lalu bekerja keraslah dalam kedamaian bahwa Anda telah melakukan yang benar. Janganlah berupaya menjelaskan mengapa Anda tidak mencapai yang belum Anda capai. Bekerjalah untuk mencapai yang telah jelas bagi Anda. Maka, mulailah keberhasilan Anda dari mana pun Anda berada.

Banyak orang yang begitu pandai membuat rencana dan rencana, melakukan analisa demi analisa, dan melakukan prakiraan demi prakiraan, namun tak banyak orang yang mau dan berani mengeksekusinya. Kegagalan bukan karena rencana yang lemah, analisa yang tumpul, tapi karena eksekusi yang lemah dan tak kunjung terlaksana.

Mungkin terlalu banyak pertimbangan dan alasan sehingga rencana-rencana yang telah tersusun tidak terjadi, kalau mahasiswa akan terbayang bagaimana dengan kuliah, takut kuliah akan terbengkalai, kalau sedang bekerja disebuah perusahaan atau di manapun, timbul sebuah sebuah keraguan dalam diri sehingga menganggap tidak mungkin melakukan ini.

Yakinlah, kenyataan yang akan hadapi tidak sesulit dan sebesar yang ditakutkan. Padahal kita sendiri yang membesar-besarkan dan mendramatisir ketakutan itu sendiri. Tidak perlu takut untuk melangkah, melalukan langkah awal memang sungguh berat tapi setelah anda melangkahinya akan bahagia dan akan mengukir sejarah baru dalam hidup.

Jika hari ini masih bisa melihat indahnya mentari terbit diufuk timur, paru-paru masih bisa menghirup udara segar, dan sebelum tenaga dan semangat yang masih biru dalam diri berubah menjadi kusam. Lakukanlah segera semua impian-impian yang pernah diukir, buka kembali buku impian, katakan kepada istri, suami, anak, orang tua, sahabat, atasan, bawahan, partner kerja, dan kepada siapa pun bahwa anda akan melakukannya segera tahun ini, bulan ini, minggu ini, hari ini dan saat ini juga…jangan tunda lagi.

Karena menunda tidak akan pernah menjadikan impian menjadi kenyataan, dan yang pasti menunda akan membuat anda semakin takut untuk melakukannya sehingga sang waktu akan menelan semua impian anda.

So, take action…!!!

Wallahu’alambishawab
30 03 08

Posted by: ramdhany | Mei 17, 2008

Bagaimana Bisa

Bagaimana bisa
Aku tertawa terbahak-bahak
Sementara masih banyak saudaraku yang menangis pilu
Mengais puing impian untuk sekedar menghibur diri

Bagaimana mungkin
Aku makan sepenuh mulut
Sementara begitu banyak saudaraku yang terdiam menahan lapar
Menatap kosong dan hampa
Dan tersendiri dalam keramaian

Bagaimana mungkin
Aku tertidur panjang dan bermalasan
Sementara kewajiban dan tugasku begitu banyak
Sementara berpuluh harapan bertumpuk di punggungku
Sementara kematian terus membuntutiku

Dan bagaimana mungkin
Aku melalanglang buana dalam keterlenaan
Dalam nikmatnya dunia yang tak berujung
Sementara begitu mudah kutemui saudaraku yang tertidur tanpa atap
Sementara begitu mudah kutemui saudaraku yang menangis tanpa kepedulian

Aku memang bukan siapa-siapa
Tapi aku ingin belajar meneladani Rasulullah
Yang begitu berfikir tentang lingkungannya
Yang sakit hatinya bila ummatnya dizalimi
Dan begitu hanyut memikirkan masalah orang lain

Aku juga ingin belajar dari Shalahuddin Al Ayubi
Yang hanya sedikit tertawa
Dan belum juga tenang
Hingga Palestina dibebaskan

Aku juga ingin belajar dari Hasan Al Banna
Yang hatinya begitu terluka
Saat bangsanya yang mulia
Yang memiliki ketinggian Islam yang mulia
Sebagai warisannya
Harga dirinya
Inti kebaikannya

Tertawan penjajah yang keji
Dengan berbagai senjata yang siap mematikan
Dengan harta benda
Dengan kedudukan
Dengan penampilan
Dengan kenikmatan yang tampak
Dan berbagai sarana propaganda

Aku memang bukan siapa-siapa
Tapi aku ingin menjadi lebih baik
Dari satu hari ke hari yang lain
Dari satu waktu ke waktu yang lain

Dan aku ingin menata dunia
Agar dapat tersenyum
Agar tak ada lagi yang merasa sendiri
Merasa terpinggirkan

Wallahu’alambishawab
Bogor, 30 April 08

Posted by: ramdhany | Mei 17, 2008

Pahlawan

Berharap kemenangan
Dengan tenaga yang seadanya
Mata yang layu
Jiwa yang rapuh

Berharap kejayaan
Dengan gerak yang lunglai
Azzam yang lemah
Dan ibadah yang ringkih

Bukankah seorang pahlawan
Takkan pernah muncul
Dalam situasi yang mudah
Dalam situasi yang hening dan melenakan

Ia bekerja dan berjuang
Ia berkarya dan beramal
Bukan hanya sekedar berujar dan berkata-kata
Mengubah kerja dengan kata
Hingga tak ada lagi karya di alam nyata

Bukankah pahlawan
Hadir dalam situasi yang ganas mencekam
Di tengah badai lautan yang menggunung
Di tengah medan tempur yang memanas
Di tengah situasi keburukan yang meluas

Dan ia pun senantiasa hadir
Dalam kebaikan amal dan karya
Tak kenal siang dan malam
Situasi panas dan dingin yang menusuk

Azzamnya lebih kuat
Ketimbang fisik dan jiwanya
Ketimbang sunduq dan lelah payahnya

Tak mudah mengeluh dan menggerutu tanpa arah
Yang hanya merunyamkan hati dan suasana
Dan tak kenal pengharapan dan kepamrihan manusia

Dan hanya kepada Allahlah
Tawakal dan pengharapan itu

Wallahu’alambishawab
Bogor, 25 April 2008

Posted by: ramdhany | Mei 17, 2008

Masih Tetap Indah

Masih tetap indah
Masih tetap lembut

Maha suci Allah…
Aku akan tetap bersabar
Hingga saatnya tiba

Wallahu’alambishawab
04/03/08

Posted by: ramdhany | Mei 17, 2008

Kita Memiliki…

Kita memiliki gedung-gedung yang tinggi
Tetapi semakin rendah ketahanan akan amarah

Kita banyak membangun jalan-jalan yang besar
Tapi wawasan semakin sempit

Kita semakin banyak menghabiskan uang
Tapi semakin lalai mengeluarkan sedekah

Banyak membeli
Tetapi semakin sedikit yang bisa dinikmati

Rumah-rumah bertambah besar
Akan tetapi keluarga semakin kecil

Rumah yang semakin nyaman
Akan tetapi semakin sedikit waktu
Yang kita miliki untuk menikmatinya

Kita memiliki semakin banyak gelar
Tetapi semakin sempit akalnya

Semakin banyak pengetahuan
Tetapi semakin sedikit penilaian
Akan yang baik dan salah

Semakin banyak ahli
Akan tetapi semakin banyak pula masalah

Semakin banyak ditemukan obat
Tetapi semakin berkurang kesehatan.

Terlalu jarang tertawa
Semakin kerap marah
Terlalu sedikit membaca
Terlalu banyak menonton televisi
Dan sangat jarang berdoa.

Kita telah melipatgandakan keinginan
Akan tetapi mengurangi nilai-nilai diri kita.

Terlalu banyak berbicara
Terlalu sedikit mencinta
Dan terlalu sering membenci.

Kita telah belajar
Bagaimana mencari nafkah
Tapi tidak mencari hidup

Kita telah mampu
Menambahkan tahun-tahun dalam kehidupan
Tetapi gagal membawa kehidupan
Dalam tahun-tahun hidup kita.

Kita telah melakukan hal-hal yang lebih besar
Tetapi gagal melakukan hal-hal yang lebih baik

Kita telah membersihkan udara
Tetapi jiwa kita penuh polusi

Kita telah menaklukkan atom
Akan tetapi tidak mampu menaklukkan prasangka buruk

Kita banyak menulis
Tetapi sedikit belajar

Kita banyak berencana
Tetapi sedikit menggapai

Kita belajar untuk mengejar
Tetapi tidak menunggu.

Inilah zaman-nya makanan cepat saji
Dan pencernaan yang lambat
Manusia-manusia besar fisiknya
Tapi kerdil karakternya.

Keuntungan yang menanjak
Dan relasi yang rapuh.

Inilah masa pendapatan yang berganda
Tetapi perceraian bertambah.

Rumah-rumah yang semakin elok
Tetapi keluarga yang berantakan.

Inilah kalanya perjalanan yang semakin singkat
Pakaian sekali pakai
Moralitas yang terbuang
Hubungan satu malam
Dan pil-pil yang dapat melakukan segalanya
Membuat gembira
Menenangkan
Dan sekaligus membunuh

Inilah waktunya
Ketika banyak hal yang dipamerkan
Dan semakin sedikit yang disimpan.

Disadur dr tulisan Erwin Arianto,SE
05/03/08

Older Posts »

Kategori