Oleh: ramdhany | Mei 4, 2009

Kokohkan Perahumu!

“Wahai Abu Dzar,
Perbaiki dan perkokoh perahumu agar layak jalan, lengkapi alat navigasi, periksa semua peralatan, periksa seluruh dek dan dinding-dindingnya karena kamu akan arungi samudera luas tanpa batas tempat berlalu lalang ikan-ikan buas.

Kamu kan lalui lautan dalam…
Yang tak pernah diam dari ombak dan gelombang,

Kamu arungi bahtera kehidupan
Yang penuh halangan dan rintangan
Untuk mencapai pantai kebahagiaan
Ambillah bekal secukupnya
Karena kau tempuh perjalanan panjang

Sepanjang mata memandang
Sepanjang telinga tangkap suara
Sepanjang nalar mengejar
Sepanjang angin menjalar
Bahkan lebih jauh dari yang kau khayalkan,

Sebuah perjalanan melelahkan dan penuh liku-liku
Sarat halangan dan rintangan yang selalu menghadang.
Taati rambu-rambu kehidupan yang terpancang
Agar tidak sesat dan celaka di perjalanan

Berjalanlah pada jalur yang benar agar tak bertubrukan
Berjalanan terus lurus
Berjalan menuju terminal akhir kehidupan penuh keridhaan.

Ringankan langkah
Kurangi beban, karena dakian ini demikian terjal
Jangan diberatkan dengan dosa dan beban tak tertahankan
Karena dikejauhan, di bawah sana jurang menganga
Tebing-tebing dalam dengan batu-batu hitam tajam siap menerkam

Jangan kau lengah
Tapakkan kaki
Ayunkan langkah
Kepakkan sayap
Jangan sekali-kali mengatur irama dan gerak
Mendaki bukit terjal di ketinggan
Menuju derajat kesempurnaan hidup insaniyah dalam rengkahan ridha Ilahiyah.

Beningkan hati
Heningkan diri
Bersihkan niat
Kokohkan hasrat yang tulus ikhlas
Semata mencari ridha Ilahiyah
Karena Zat Yang Selalu Mengintai kamu
Tak pernah tidur dalam lelap
Tak Pernah Kantuk walau sekejap
Meski malam mencekam, dan semakin gelap
Ia selalu berjaga
Menjaga siang terang dan malam kelam
Menjaga langit dan bumi
Serta semua yang ada di dalam dan di antara keduanya.

Khusyukkan kalbu
Mantapkan hati
Ikhlaskan diri hanya untuk Nya
Illahi”


Wallahu’alambishawab
Nasihat Rasulullah Muhammad saw kepada Abu Dzar Al Ghifari

Oleh: ramdhany | April 15, 2009

Bekerjalah kamu!

“Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, rasul dan orang2 beriman juga akan melihat pekerjaan kalian…” (Al Qur’an)

Kader2 PKS yang luar biasa…!
Kemenangan bukan diukur dari hasil semata. Karena kemenangan adalah hak mutlak Allah SWT. Kemenangan sesungguhnya ketika kita bisamenunjukkan amal yang ikhlas, kesungguhan yang maksimal dan pengorbanan yang terbaik.

Allah telah memberikan hasil yang terbaik…
PKS berhasil survive tidak turun suaranya seperti partai2 besar lain, bahkan mampu meningkatkan suaranya. Jangan bersedih dan lemah. Kita masih harus mengawal dan mengamankan perolehan suara agar tidak didzalimi siapapun.

Jangan kita terlena dengan potongan skenario-Nya dan tidak mau membaca skenario itu secara utuh. Kondisi pada potongan kisah dakwah kita di dunia ini bukanlah alasan untuk berhenti berjuang. Bagaimanapun kita percaya akan janji Allah bahwa kemengan milik Islam akan segera datang.

Salam jihad!

(Sebahagian tulisan dikutip dari TPPN -Tim Pemenangan Pemilu Nasional- DPP PKS)

Wallahu’alambishawab

Oleh: ramdhany | April 9, 2009

Nomor Delapan

Kalau bukan setetes tinta
Takkan ku gubah sebait puisi
Kalau bukan karena cinta
Takkan aku ada disini

Cantik kerudung putri melayu
Merangkai bunga di atas nampan
Kalau ingin Indonesia maju
Pilih PKS nomor delapan

Oleh: ramdhany | Maret 31, 2009

Kita Harus Menang

Alhamdulillah….
Segala puji hanya milik Allah ’Azza wajalla, penolong tentara-Nya dan yang memuliakan agama-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada uswah dan qudwah hasanah kita, panglima perang dan murobbi kita, Rasulullah Muhammad Shalallahu ’Alaihi Wasalam. Semoga salam-salamnya tercurah juga kepada keluarga, sahabat, tabi’ien, tabiut tabi’ien, mujahidin, shalihin dan ummatnya yang senantiasa istiqamah meneggakkan syariah-Nya dalam setiap nafas kehidupan, ila yaumil akhir kelak, Amiin.

Ayyuhal Ikhwah…junudullah rahimakumullah. ..
Takdir bukanlah sesuatu yang kita ciptakan, akan tetapi ia sesuatu yang ’ikut’ kita ciptakan. Antara kehendak yang kita harapkan bertemu dengan kehendak Allah. 2009 adalah tahun keajaiban bagi banyak orang. Banyak orang diluar PKS mengatakan 20% terlalu besar untuk PKS. Ikhwan di DPP bilang, ’Hanya keajaiban yang membuat kita bisa dapat 20%’. Saya katakan, ’Maka keajaiban itu harus kita wujudkan 2009 nanti. Bahkan, kalau 20% itu keajaiban, maka kita ingin melampaui keajaiban itu. 20% adalah angka yang kita harus lampaui akhi…

Kita adalah anak-anak muda.
Anak-anak muda ada untuk menciptakan keajaiban. Partai ini bertugas untuk menciptakan keajaiban. 20% adalah tugas sejarah untuk kita. Umar Ibn Khatthab r.a pernah mengatakan, ’Setiap saya menghadapi masalah yang rumit, saya panggil anak muda’.

Kata kunci strategi pemenangan pemilu 2009 tidak perlu dihafal sebagaiman antum hafalkan Al-Fatihah, Hanya butuh keyakinan dan senyuman, kemudian rasakan aura kemenangan dan sebarkan itu kepada para kader da’wah”.

Ayyuhal Ikhwati fillahmujahid da’wah fi sabilillah.. .
Kita Harus Menang……!!!

Karena tidak ada alasan untuk kalah dalam setiap pertempuran. Ketika kita tidak bergerak untuk berda’wah dan beramal (Berharakah Islamiyyah), maka disitu pulalah kita telah menyerahkan Amanah Da’wah ini kepada orang lain. Sudikah kita menjadi Kafillah yang tergantikan ??? Astaghfirullahal ‘adhim… Na’udzubillah tsumma na’udzubillah. …

Kita Harus Menang !!!
Karena tidak ada alasan untuk kalah dalam setiap pertempuran. ”Selayaknya bagi jiwa-jiwa yang mengazzamkan dirinya dijalan ini, menjadikan da’wah sebagai laku utama, dialah visi, dialah misi, dialah obsesi, dialah yang menggelayuti di setiap desah nafas, dialah yang mengantarkan jiwa-jiwa ini kepada ridho dan maghfiroh Tuhannya kelak…”. Insya Allah…

Kita Harus Menang…..!!!
Karena tidak ada alasan untuk kalah dalam setiap pertempuran. Ketika kita kalah…berarti kita telah merelakan menyerahkan negeri ini kepada orang-orang yang tidak Allah ridhoi, kepada orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai laku utama, orang-orang yang haus akan kekuasaan, orang-orang yang menjadikan dien ini sebagai senda gurau belaka, menjadikan dien ini sebagai permainan, orang-orang yang tidak amanah, orang-orang yang benci dengan Al Quran, orang-orang yang tidak menginginkan aturan Allah tegak dibumi ini. Sadarlah saudaraku…

Ayyuhal Ikhwah hafidzahullah. ..
Mari kita wujudkan mimpi besar da’wah di 2009 dengan umumud di’aayah. Meratanya pekerjaan da’wah pada seluruh aktivis da’wah. Tidak ada seorang yang menganggur, yang tidak bekerja dalam mesin da’wah ini, yang tidak merekrut dan mentarbiyyah. Jangan ada lagi yang mengaku da’i namun duduk terpaku melewatkan kelebatan pedang yang berkilauan di padang pertempuran. …

Bangkit dan Songsonglah Syurga….
Yang luasnya terhampar seluas langit dan bumi…!!!

Mari bersungguh-sungguh dalam kerja da’wah ini. Ambillah bagian menjadi pewaris Rasulullah SAW. Sebagai Da’i yang Qawiyy… Da’i yang tsabbat dengan nilai kebenaran Ilahiyyah. Rindukanlah dan ingatlah harum serta indahnya syurga yang menanti jiwa-jiwa kita… yang akan menggantikan setiap tetes peluh dan darah yang kita curahkan fi sabilillah dengan kemulyaan… Insya Allah…

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu :

“Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal ditempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal keni’matan hidup di dunia (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.

Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah akan menyiksa dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Wallahu’alambishawab

Oleh: ramdhany | Maret 17, 2009

Terbaik

Ya Allah…
Hamba mohon padaMu
Permintaan yang terbaik
Doa terbaik
Kesuksesan terbaik
Ilmu dan amal terbaik
Pahala terbaik
Kehidupan terbaik
Kematian terbaik

Ya Allah…
Kuatkan hamba

Oleh: ramdhany | Maret 5, 2009

Jika Politik Itu…

Jika politik…
Adalah sesuatu yang abu-abu
Yang menjadi senjata para penguasa
Yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
Maka aku bukanlah itu

Namun jika politik…
Adalah pembelaan & perjuangan
Yang membangunkan keberanian retorika
Dan lantang meneriakkan keadilan
Maka aku adalah politikus itu

Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
Diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
Disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
Maka itu bukan tempatnya

Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
Yang pengusungnya adalah teladan sejati
Dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
Maka itu adalah kendaraannya

Wallahu’alam bishawab
Vote Partai Keadilan Sejahtera (PKS) number 8

Oleh: ramdhany | Februari 18, 2009

Tolong, Berhenti Untuk Merusaknya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan2 salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang” yang telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan
Seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir.
Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
Tolong untuk berhenti merusaknya!

[Disampaikan oleh Servern Cullis-Suzuki (gadis 12 tahun) pd konfrensi PBB]

Wahai bapak pemimpin dunia yang terhormat…
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham.

Saya berada disini
Untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini
mewakili anak2 yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini
Sntuk berbicara bagi binatang2 yang sekarat
Yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat nya.
Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut
Untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara. Baca Lanjutannya…

Oleh: ramdhany | Februari 11, 2009

Ayat-Ayat Ar Rahman Dalam Perang Al Furqon

“Maka tidaklah kalian yang membunuh mereka (orang kafir) tapi Allah yang membunuh mereka, dan tidaklah engkau yang melempar ketika engkau melempar namun Allah yang melempar” (Al-Anfal: 17)


Dalam pertempuran Al-Furqan di Gaza beberapa bulan lalu, sangat tampak kebersamaan dan dukungan pertolongan Allah kepada para mujahidin dan bahkan manusia secara umum. Allah memberikan sejumlah karamah kepada mujahidin untuk memberikan keteguhan di hati mereka. Itu tidak aneh dan asing.

Para ulama menegaskan dengan dalil kuat bahwa para malaikat yang turun di perang Badar untuk berperang bersama orang-orang mukmin itu tidak khusus untuk ahli Badar namun umum untuk semua golongan orang-orang yang beriman; jika mereka ikhlas dan benar dalam jihadnya untuk meninggikan kalimat Allah dan menegakkan syariat-Nya. Sejumlah mujahidin yang berada di medan jihad di Gaza menceritakan cerita-cerita yang terjadi dengan mereka yang membuat mereka tenang hatinya.

Karamah pertama adalah ketegaran para mujahidin di medan perang yang digempur habis pesawat tempur di atas mereka, tank di sekeliling mereka. Namun mereka tetap berperang tanpa rasa gentar. Orang-orang yang menyaksikannya memiliki prasangka macam-macam terhadap Allah dan orang-orang seakan terguncang gempa bumi dengan dahsyat. Factor-faktor pertolongan di bumi sudah habis dan hanya ada pertolongan dari Allah. Maka Allah melimpahkan karamah kepada mereka. Dalam peperangan yang pernah dialami kaum muslimin sepanjang sejarah banyak kisah-kisah yang tentang karamah ini.

Salah satu karamah terjadi di desa Migraqah. Di mana sejumlah mujahidin melihat dengan mata kepala mereka sendiri. Mereka melihat sebuah rumah dihancurkan Israel dengan bom besar sehingga khawatir akan merembet ke rumah sebelanya. Dalam kebakaran hebat itu, mereka melihat seorang mujahid berdoa kepada Allah dengan menangis:

“Wahai Allah yang menjadikan api dingin dan keselamatan bagi Ibrahim, padamkan api dengan kehendak-Mu”

Hanya selang tiga menit api itu padam. Maka para mujahidin yang turut menyaksikan itu menangis semua karena mereka merasakan Allah menolong dan mengabulkan doa mereka.

Masih pertempuran di Migraqah dimana pesawat-pesawat tempur Israel menggempur dan mengepung mujahidin dari atas mereka. Mereka tidak dapat bergerak. Tiba-tiba datang mendung yang memayungi mereka dan menutupi pesawat tempur Israel untuk melihat bumi. Maka para mujahidin bergerak menghindari tempat itu.

Ada juga cerita seorang mujahidin yang mengalami sendiri bersama rekan-rekannya yang sedang berada di sebuah rumah. Rudal dan misil dari pesawat dan tank Israel menggempur habis mereka, namun tak seorangpun terkena serangan itu. Sebagian kami merasa takut. Namun tiba-tiba ia mengajak kami menghadang tank-tank Israel yang menyerang kami sehingga Allah memberikan pertolongan untuk meledakkan beberapa tank yang ada. Maha Suci Allah yang menurunkan ketenangan dalam hati-hati orang yang beriman sehingga keimanan dan Allah memiliki tentara-tentara di langit dan bumi dan Allah Maha Perkasa dan Bijaksana.

Seorang mujahid menceritakan kepada penulis bahwa mereka melihat dua tank meledak dan terbakar di tempat mereka memasang bom ranjau. Ketika kami menghampiri dua tank Israel yang meledak, ternyata bom yang kami menemukan bom ranjau yang kami pasang belum meledak. Seorang mujahid lain menceritakan bahwa ia sendirian ketika setelah memasang bom ranjau. Beberapa saat kemudian ia sudah dikepung tank-tank Israel. Ia diberondong oleh tank-tank itu. Ia berbisik dalam dirinya, carilah tempat lebih aman. Namun ia mendengar suara tanpa wujud; tetap di tempatmu. Maka dia tetap berdiri di tempatnya tiba-tiba ketenangan merasuk dalam hatinya dan Allah memberikan pertolongan dengan meledaknya tank Israel. Seorang mujahidin lain menceritakan bahwa ketika dia hendak melepaskan misil, ia merasa ada yang membetulkan bidikannya ke kanan dan kiri sedikit.

Penulis sendiri mencium aroma wangi yang keluar dari kantong jasad kaku sang Syahid Abdullah As-Shanik padahal sudah 20 hari terbungkus. Aroma yang sama juga penulis cium dari jasad Syahid Musa Hasan Abu Nar yang terbunuh dan darahnya mengucur di lantai masjid. Meski darah itu dibersihkan namun aroma itu masih wangi. Bukan hanya penulis yang menciumnya namun yang lain juga demikian. Ini untuk meyakinkan penulis akan kebenaran jalan dan langkah Rasulullah saw meski orang-orang kafir dan munafik benci.

Bahkan kesaksian-kesaksian pasukan Yahudi yang disiarkan oleh Chanel 10 Israel bahwa mereka menyaksikan sosok aneh yang mereka yakini sebagai hantu yang keluar dari bumi dan memerangi mereka. Kesaksian seorang prajurit Israel yang buta akibat dilempar seorang laki-laki berpakaian putih-putih di matanya.

Bahkan ketakutan yang dicampakkan di hati-hati orang yahudi menjadikan mereka yang memiliki senjata jauh lebih canggih dari senjata kaum mujahidin ketakutan menyerang permukiman warga dan hanya menyerang anak-anak, wanita, kakek, nenek dan sipil yang tidak membawa senjata.

Wahai warga Gaza….
Para mujahidin yang sabar dan tegar, Allah bersama kalian kalian membuat perang kemuliaan di Gaza dan kalian tulis sejarah yang di lembaran bersinar, kalian kalahkan legenda militer Israel yang konon tak terkalahkan, kalian tanamkan ruh jihad di dalam umat meski dengan pengorbanan dan penghancuran rumah-rumah, meski mengorbankan syuhada dan luka-luka, kalian jual jiwa-jiwa kalian dan harta kalian dengan surga dan Allah membelinya, maka bergembiralah dengan perdagangan kalian dan itulah kemenangan yang besar.

Bagi-Mu ya Allah segala pujian dan bagi-Mu segala syukur…
Semua urusan dikembalikan kepada-Nya, yang terang dan rahasia, segala puji dengan Islam, Iman, Al-Quran, dengan ribat, jihad, sehingga Engkau mudahkan urusan kami dalam mengalahkan musuh kami, dan Engkau tolong mujahid kami. Segala puji bagi-Mu sesuai dengan wajah-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.

Wallahu’alambishawab
dikutip dari www.infopalestina.com
ditulis oleh salah satu anggota legislatif parlemen Palestina

Oleh: ramdhany | Februari 6, 2009

Duhai saudaraku, di manakah engkau?

Di mana engkau wahai saudaraku kaum muslimin…
Saat kaum Yahudi datang merobek-robek rumah kami, menumpahkan segala jenis bom-bom dan amunisi. Kreasi akhir zaman berteknologi tinggi. Kami bertempur melawan musuh dan dinginnya malam dengan tangan-tangan kosong, yang hanya tinggal kepalan.

Di mana engkau wahai saudaraku kaum muslimin…
Saat kami berlari-lari di kegelapan, menghindari desing peluru yang berhamburan, menyeret kaki berdarah-darah. Yang sobek, tertancap besi yang patah.

Di mana engkau wahai saudaraku kaum muslimin…
Saat keluarga kami dicerai-beraikan, oleh panasnya bom fosfor yang melelehkan jangat di badan. Saat aku berdiam menggigil di bawah gundukan menanti waktu pagi saat gencatan.

Di mana engkau wahai saudaraku kaum muslimin…
Ketika kutemui anak-anak kami terserak bergeletakan dengan tubuh lebam penuh luka mematikan. Saat jeritanku pecah, tak lagi tertahankan. Menatap ketiga jasad mereka yang kaku dan diam rasa nyeri hati tak mampu kusabarkan. Semalam penuh mereka meraung-raung kesakitan.

Kini…
Kukecup satu per satu buah hati kami dengan tatapan mata perpisahan. Gaza… oh Gaza, dua puluh satu malam. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Tiga minggu penuh serangan brutal Israel dihujamkan ke wilayah Palestina di jalur Gaza. Pada awalnya serbuan dimulai dengan pesawat-pesawat canggih F-16 yang memekakkan telinga di jalur Gaza. Jalur yang sempit itu hanya memiliki lebar rata-rata lima kilometer dengan bagian yang paling lebar tidak lebih dari dua belas kilometer. Di sebelah Utara dan Timur berbatasan dengan Israel, di sebelah Barat ada bibir laut Mediterania. Baca Lanjutannya…

Oleh: ramdhany | Februari 1, 2009

Berdoalah..!

Berdoalah dalam keheningan
Mengeluhlah di tengah malam
Sampai suaramu bergema menembus langit

Lihatlah…
Rintihan Nabi Syuaib as
Dan air matanya yg menjadi embun
Sampai sudah ke hadapan Tuhan

Tatkala fajar mengintip datanglah suara langit berbisik:
Aku ampunkan engkau dari dosa-dosamu
Firdaus yang kau mau akan Aku berikan
Berhentilah engkau dari rintihan dan doamu

Syuaib as berkata
Aku tidak mau semua ini
Aku hanya ingin melihat Engkau Pemilik Segala Hak

Kalau tujuh laut Kau jadikan api
Aku akan melewatinya menujuMu
Kalau Engkau menjauhkan aku untuk melihatMu
Dan menutup mataku
Lebih baik aku tinggal di neraka
Karena surga tak pantas untukku
Karena surga sudah menjadi neraka dan musuh bagiku
Aku lelah dari warna dan bau dunia ini
Mana cahaya yang kekal itu?

Mereka bilang:
Sudahlah Syuaib jangan menangis lagi
Nanti matamu buta kebanyakan menangis

Syuaib b’kata:
Sendainya mata ini buta karena hendak melihatNya
Seluruh anggota badanku adalah mata
Aku tidak akan bersedih dari butanya mataku

Apabila mataku buta
Dan Dia menghapus penglihatanku dari melihatNya
Lebih baik aku buta karena mata ini tak dapat melihatNya

Dikutip dari warnaislam.com

Tulisan Sebelumnya »

Kategori